News

Instruksikan Aksi Nasional Harkitnas, Berikut Lima Poin Tuntutan PB HMI MPO

Ketua Umum PB HMI MPO, Zuhad Aji Firmantoro

JAKARTA, EDUNEWS.ID- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO mengeluarkan instruksi kepada seluruh kader HMI se-Indonesia untuk menggelar aksi serentak dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan Reformasi pada Senin 20 Mei mendatang.

“Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan Reformasi maka Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam periode 1439-1441 H / 2018-2020 M mengeluarkan instruksi kepada seluruh kader HMI Cabang se-Indonesia untuk melakukan aksi damai pada Senin 20 Mei 2019 di wilayah cabangnya masing-masing,” demikian bunyi surat instruksi PB HMI yang beredar, Sabtu (18/5/2019) malam.

Dalam lampiran pernyataan yann ditandatangani oleh Ketua Umum PB HMI MPO, Zuhad Aji Firmantoro dan Sekretaris Jenderal PB HMI MPO, Najamuddin Arfah memaparkan, jika reformasi yang diniatkan untuk menghasilkan kesejahteraan dengan jalan demokratisasi tidak kunjung memperlihatkan perkembangan yang siknifikan.

Baca juga :  Klinik Lingkungan UGM Diharapkan Mampu Ungkap Kejahatan Hutan

“Di ranah hukum kita telah berhasil mengamandemen UUD 1945 untuk menyeimbangkan kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Di ranah politik kita telah berhasil menjaga alam kebebasan berserikat, berkumpul dan berpendapat dengan cukup kondusif. Di ranah ekonomi kita telah berhasil melewati sunami krisis moneter 1998 dengan selamat,” tulisnya.

21 tahun reformasi digelar justru menunjukan gejala kemundurannya. Suara mengembalikan UUD 1945 yang lama semakin nyaring terdengar. Kebebasan berpendapat dimuka umum makin ditekan. Kondisi ekonomi stagnan tidak tumbuh secara siknifikan. Semua terjadi ditengah gemuruh Indonesia merayakan demokrasinya yang ultra liberal.

HMI sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh hiruk pikuk tersebut menilai perlu kerjasama seluruh pihak untuk memperbaikinya. Perbaikan itu harus dimulai dengan pondasi kesadaran kolektif sebagai sesama anak bangsa Indonesia dengan Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka tunggal ika-nya.

Baca juga :  Tarif Rp 30.000, Kereta Bandara Beroperasi Mulai Hari ini

“Melihat kondisi dan situasi tersebut, HMI merasa perlu kembali menegaskan komitmennya untuk meneruskan dan menyempurnakan agenda-agenda reformasi 1998 yang telah dicanangkan oleh para pendahulu,” paparnya.

Bersamaan dengan hari kebangkitan nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2019 ini, HMI menyerukan untuk membangkitan kembali semangat reformasi 1998 dengan, Pertama, memperkuat penegakan hukum yang berorientasi untuk menghadirkan keadilan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Kedua, mempertahankan dan/atau memperbaiki UUD 1945 yang saat ini berlaku, ketiga, mengevaluasi secara total serta memperbaiki sistem dan penyelenggara pemilu, keempat mendorong penegakan hukum terhadap semua pelaku pelanggaran pemilu tanpa terkecuali secara transparan dan akuntabel dan kelima, meminta kepada kepolisian untuk berlaku professional, adil dan/atau tidak berlebihan dalam menangani perkara dugaan makar yang disangkakan kepada Dr. Eggi Sudjana, SH., M.Si,”

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!