Fadli Zon : Rakyat Tak Susah jika Prabowo Jadi Presiden

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan, partainya tak akan surut langkah untuk memperjuangkan Prabowo Subianto agar menjadi Presiden RI.

Menurutnya, dengan usia Gerindra yang sudah menginjak 10 tahun pada 6 Februari 2017 maka partai berlambang burung Garuda itu makin percaya diri mengusung Prabowo.

Fadli mengatakan, Gerindra mengalami peningkatan pesat dalam hal dukungan rakyat. Pada Pemilu 2009 atau yang pertama kali bagi Gerindra, partai binaan Prabowo Subianto itu mampu meraih 26 kursi.

“Padahal waktu itu umur Gerindra baru setahun. Itu capaian yang bagus,” ujar Fadli, Rabu (7/2/2018).

Lima tahun kemudian, Gerindra mampu menjadi tiga besar partai peraih suara terbanyak di Pemilu 2014 setelah PDI Perjuangan dan Golkar. Jumlah kursi Gerindra di DPR juga melonjak menjadi 73.

Baca juga :  Tiga Parpol dan Kiai Minta Mahfud MD Maju Pilgub Jatim

“Artinya melonjak hingga sekitar 200 persen. Lonjakan suara Gerindra empat tahun lalu itu merupakan rekor baru, memecahkan rekor lonjakan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2009,” sebutnya.

Fadli meyakini tren positif Gerindra akan berlanjut. Buktinya, pada Pilkada 2015 dan 2017, Gerindra bisa meraih kemenangan di atas 50 persen.

“Dari sisi kaderisasi, kami juga mencapai banyak kemajuan. Ini bisa dilihat dari 70 persen kandidat kepala dan wakil daerah dalam pilkada serentak merupakan kader internal,” tuturnya.

Karena itu, kata Fadli, agar Gerindra tetap dipercaya rakyat maka jangan sampai berkhianat. Fadli menegaskan, Prabowo selalu berpesan agar kader-kader Gerindra disiplin dalam menjaga amanat.

Untuk itu, Gerindra pun selalu mendengarkan keluh kesah rakyat atas situasi yang mereka hadapi saat ini. Fadli menegaskan, rakyat makin susah karena pemerintah meliberalisasikan investasi, membiarkan tenaga kerja asing membanjiri Indonesia, hingga jorjoran utang.

Baca juga :  PKS Sebut Ada yang Sengaja Hambat Pergantian Wagub DKI

Fadli menambahkan, tugas Gerindra adalah mengoreksi kondisi itu. Caranya adalah memenangi Pemilu 2019 dan mengantar Prabowo menjadi Presiden RI selanjutnya.

“Menangkan pemilu legislatif dan jadikan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia pada 2019. Itu jalan yang harus kita tempuh untuk mengubah karut-marut negeri kita yang makin salah urus hari ini,” pungkasnya.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!