News

Gara-gara Gaji Dosen, Ketua Yayasan UIT Dilapor ke Disnaker

MAKASSAR, EDUNEW.ID-Sejumlah dosen di Universitas Indonesia Timur (UIT) melaporkan Ketua Yayasan Universitas Indonesia Timur (UIT) ke Dinas Tenaga Kerjaan (Disnaker) Sulsel, lantaran gajinya belum dibayarkan.

Mantan Dosen UIT Makassar Zulkifli menyebutkan, ada empat poin aduan pelanggaran aturan pengupahan ke Disnaker Makassar.

Pertama adalah gaji dosen tetap di bawah standar UMK Makassar, kemudian jaminan sosial yang tidak pernah terbayarkan, THR yang tidak sesuai, sampai keterlambatan gaji karyawan hingga berbulan-bulan.

“Saya melaporkan itu bukan atas nama pribadi dan saya sudah mengundurkan diri,” jelasnya, seperti dikutip dari sindonews.com, Kamis (5/7/2018)

Dia mengatakan, serikat dosen UIT juga pernah demo di Disnaker. Jumlahnya sebanyak 74 anggota.

“Bayangkan saja saya melapor dari tahun 2016, andaikan mungkin dipercepat ini kasus sudah selesai,” ungkapnya saat ditemui di kampus UIT.

Dia berharap dengan adanya laporan ini, pihak yayasan segera mengakomodir hak-hak dosen di UIT Makassar. Menurutnya, saat ini dosen di UIT hanya diberi upah sebesar Rp1,5 juta setiap bulan.

Bahkan, akunya, dosen dengan masa kerja di bawah tiga tahun hanya diberi upah sekitar Rp400.000.

“Dalam beberapa bulan terakhir, saya buat serikat, baru dibayarkan gajinya, tapi itu gajinya tetap dibawah standar minimum,” jelasnya.

Menurutnya, baru tiga tahun ini gajinya seperti itu. Karena kata dia, pada tiga tahun sebelumnya lebih parah, hanya Rp800-400 .000 per bulan.

“belum lagi BPJS kita bayar sendiri. Namun pihak yayasan berdalih pembayaran upah itu berdasarkan laporan rektor,” bebernya.

Dia mengatakan, pihak yayasan berdalih tunduk terhadap aturan Kemenristek Dikti. Karena itu, aturan perundang-undang diabaikan. Pada menurutnya, guru dan dosen juga termasuk tenaga profesi yang aturan pengupahannya ada dalam UU Ketenagakerjaan.

“Mereka hanya mengaku hanya tunduk aturan Kementerian, tidak tunduk undang-undang,” tegasnya.

Padahal menurut dia, dalam aturan kementerian jelas soal pengupahan dosen diatur dalam undang-undang dosen dan guru.

“Pengupahan di atas minimun, namanya pekerja. Jadi yang saya lakukan ini banyak teman-teman terpecah opini yang mengatakan saya ingin menghancur institusi sendiri, tapi tidak seperti itu,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Humas dan Kerjasama UIT, Zulkarnain Hamson mengatakan Zulkifli tidak lagi berstatus sebagai dosen UIT karena diberhentikan dari yayasan.

Adapun terkait tuntutannya, pihak yayasan sudah memenuhi peraturan yang ada dan saat ini dalam tahap penyelesaian pembayaran kepada dosen-dosen.

“Dia sudah bukan dosen lagi karena sudah diberhentikan sebagai dosen yayasan. Kalau tuntutan itu sudah dipenuhi yayasan dan sekarang dalam tahap penyelesaian pembayarannya kepada dosen-dosen,” jelasnya melalui pesan singkat WA, kemarin.

Pihak yayasan, katanya, juga tidak mengakui adanya lembaga serikat buruh dan dosen dalam nauangan Yayasan UIT. “Adapun mengenai serikat buruh dan dosen saya sudah konfirmasi ke pimpinan UIT, dan yayasan namun tidak diakui keberadaannya,” katanya.

 

sumber : sindonews

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!