Ekonomi

Gara-gara Jokowi dan Prabowo, Bhineka.com tunda jadi Perusahaan Go Public

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID- Bhinneka.com memutuskan untuk menunda rencana untuk go public lewat penawaran saham perdana (Initial Public Offering/ IPO) lantaran masih menunggu tambahan modal.

Perusahaan e-commerce business-to-business (B2B) ini sebelumnya mengau siap untuk melantai di bursa saham sejak tahun lalu. Namun, CEO sekaligus pendiri Bhinneka, Hendrik Tio mengatakan harus menunda rencana tersebut setidaknya dua hingga tiga tahun mendatang lantaran kontestasi Pilpres antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

“Kita sudah mempersiapkan ini sudah cukup lama bahkan kita sudah sempat coba tahun lalu untuk mendaftar ke IDX (Bursa Efek Indonesia) bahkan kita udah mendapat persetujuan,” ungkap Hendrik saat ditemui di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/1).

“Istilahnya sudah lolos uji coba ya jadi sebenarnya kita sudah sangat siap untuk go public tapi kita sedang menunggu momentumnya.”

Di tahun politik, ia menilai pasar menjadi kurang bagus sehingga pihaknya perlu waktu yang tepat sebelum mengubah status menjadi perusahaan terbuka.

“Kalau tahun ini kayaknya masih tahun politik ya, sepertinya bukan waktu yang tepat untuk go public. Mungkin 2-3 tahun ke depan meski secara finansial, persyaratan udah sangat siap,” imbuhnya.

Hendrik mengaku butuh pendanaan bukan hanya di sektor informasi teknologi, tetapi juga melebarkan sayap di ranah B2B. Ia menyebut tahun lalu sektor B2B berkontribusi sebesar 30 persen, diikuti ranah business-to-consumer (B2C) yang hanya berkontribusi sebesar 20 persen.

Sisanya atau kontribusi terbesar perusahaan berasal dari sektor business-to-government (B2G) sebesar 50 persen. Hanya saja, Hendrik enggan membuka total pendapatan perusahaan yang didirikan sejak tahun 1993 ini sepanjang tahun 2018.

Menunggu pendanaan seri C

Seiring dengan penundaan perusahaan untuk go public, Hendri menuturkan saat ini pihaknya fokus untuk menambah pendanaan. Meski ia tak secara gamblang mengatakan berapa besar dana yang dibutuhkan sebelum mulai melantai di bursa saham.

“[Kita butuh pendanaan di] seri C mungkin. Kita tidak ingin menyatakan [berapa] dulu karena kami ingin mencoba mendapatkan yang [investor] baik untuk Bhinneka,” ucapnya.

Pendanaan Seri C biasanya diberikan kepada perusahaan yang sudah matang. Besaran pendanaan yang diberikan berkisar dari US$25 juta hingga US$100 juta.

“[Target pertumbuhan tahun ini] harus besar agar bisa mengimbangi tahun lalu yang mencapai 40 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, Bhinneka merupakan e-commerce yang menyasar segmen korporasi, pemerintah, dan konsumen. Sejak berdiri pada tahun 1993, perusahaan bertransformasi menjadi Bhinneka.com pada 1999 dan hingga saat ini memiliki delapan toko retail di Indonesia. (cnn)

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!