News

Gelar Pertemuan Kasus Meliana, MUI Tanjungbalai Janji Keluarkan Fatwa Penistaan Agama

TANJUNGBALAI, EDUNEWS.ID – Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Independen Bersatu (AMMIB) menghadiri undangan audiensi dan klarifikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungbalai pasca penyegelan kantor MUI pada Kamis (8/12/2016) lalu.

Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa pimpinan organisasi yang tergabung didalam AMMIB dan dari MUI tampak hadir, Ketua MUI Tanjungbalai, Sahron Sirait dan Tuah Manurung. Dalam pertemuan itu AMMIB menyampaikan tuntutannya terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Meliana.

Selain itu juga pihak AMMIB merasa kecewa karena MUI yang merupakan perkumpulan dari ulama dan cendikia Muslim terkesan lamban dalam menangani permasalahan tersebut.

“Sudah hampir lima bulan berlalu pasca peristiwa penistaan agama yang mengakibatkan kerusuhan Tanjungbalai pad 29 juli 2016 lalu, namun sampai hari ini kami menilai MUI Kota Tanjungbalai lamban dalam mengambil sikap keberpihakannya. Perlu kita ketahui bersama bahwasanya AMMIB tidak pernah mengamini penurunan patung Budha, kami tidak pernah menuntut patung Budha itu diturunkan, dan perlu kami sampaikan kembali bahwa peristiwa 29 Juli itu bukanlah sikap tendensius umat Islam untuk penurunan patung melainkan tidak terimanya ummat Islam atas pelarangan adzan yang dilakukan Meliana,” ujar Koordinator AMMIB, Ramadhan Batubara pada pertemuan tersebut, kemarin (13/12/2016).

Baca juga :  Kemenkop dan UKM Gelar Pelatihan Kewirausahaan di Labuan Bajo

Dalam pertemuan ini MUI Kota Tanjungbalai sepakat dengan AMMIB bahwa meliana benar menistakan agama Islam dan MUI berjanji akan segera melakukan sidang pengeluaran fatwa dan akan menetapkan meliana sebagai penista agama.

“Kita semua sepakat bahwa perkataan meliana tempo hari adalah benar merupakan penistaan, dan kami akan mempelajari bukti yang ada lebih lanjut untuk kemudian bersidang dalam penetapan fatwa yang dikaji dengan metode pendekatan Islam,” kata Sahron Sirait.

Ketika ditanya mengenai sebab mengapa MUI lamban untuk mengadakan sidang pengeluaran fatwa, MUI mengatakan bahwa tidak ada laporan dari masyarakat ataupun ormas yang meminta MUI Untuk membuat fatwa bahwa Meliana menistakan agama Islam.

Baca juga :  MUI Minta Semua Pihak Hormati Penetapan Awal Puasa Muhammadiyah

“Setelah peristiwa 29 juli lalu, tidak ada satu ormas ataupun masyarakat melapor kepada MUI bahwasannya meliana itu telah menistakan agama Islam, maka dari itu kami tidak bisa menggelar sidang pengeluaran fatwa terhadap Meliana,” ujar Sahron.

 

Penulis : Prasetiwan

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!