News

Guru Honor DKI Dipastikan Dapat THR

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID– Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan guru honorer di Ibu Kota akan memperoleh tunjangan hari raya (THR) tahun ini. Kepastian didapat setelah surat keputusan (SK) terkait itu diteken.

“Sudah keluar SK-nya, insya Allah (guru honorer) dapat (THR),” kata dia di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (30/5/2017).

Sandi mengaku ada seorang guru honorer yang mengirimnya pesan pendek menanyakan THR. Ia pun membalasnya pada Rabu (30/5) pagi dengan memberi kepastian bahwa THR untuk guru honorer dipastikan akan turun untuk tahun ini.

Dia berharap adanya THR ini menjadi kabar gembira bagi guru honorer yang selama ini kesejahteraannya belum maksimal. Akan tetapi, Sandi mengaku belum tahu kepastian kapan pencairan dilakukan oleh Pemprov DKI.

Baca juga :  Jokowi Setuju Guru Honorer Diangkat jadi CPNS

“Jadi, kita nanti lihat kapan akan dicairkan. Tapi pastinya sih sebelumnya (Lebaran),” ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menilai bahwa THR merupakan salah satu penghargaan bagi para guru honorer yang bergaji minim dan bekerja penuh waktu.

“Mereka kan sudah bekerja keras dengan penghasilan yang sangat rendah, dikasih THR itu saya kira itu jadi penghargaan buat mereka. Untuk itu saya sambut baik rencana Bu Sri Mulyani,” ujar Unifah Rosyidi, Sabtu (26/5).

Menurut Unifah, selama ini kesejahteraan guru honorer kurang mendapatkan perhatian. Padahal, pemerintah daerah (pemda) bisa lebih memperhatikannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu menganggarkan THR dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Baca juga :  Pemprov Malut tak Siap Urus Nasib Guru Honorer dan BOS SMA/SMK Swasta

Khusus di pemda, kebijakan pemberian THR bagi guru honorer di daerah tentunya harus berdasarkan data-data guru honorer yang terdapat di pemda. Oleh karena itu, yang terpenting adalah pemda mengakui keberadaan guru honorer.

Namun, menurut Unifah, masih banyak pemda yang tidak mementingkan kesejahteraan guru honorer. Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer, pemda boleh mengangkat guru honorer menjadi calon pegawai negeri sipil, apabila dalam keadaan memaksa atau sangat butuh. Apalagi saat ini Indonesia kekurangan 988 ribu tenaga pengajar.

“Makanya kita mengimbau lah. Kan darurat guru, kekurangan guru, kesejahteraannya tolong diperhatikan. Anggarkan di APBD,” ujar Unifah.

Baca juga :  Pemko Bandung Didesak Segera Cairkan Dana Hibah Guru Honorer

sumber : republika

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com