News

Hari Ibu, Reni Marlinawati : Politik Perempuan Menguat, Proteksi Perempuan Harus Diperkuat

Reni Marlinawati

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Wakil Ketua Umum DPP PPP, Reni Marlinawati mengungkapkan, Peringatan hari ibu pada 22 Desember 2018 ini semakin meneguhkan posisi politik perempuan dalam ranah publik. Perempuan tak sedikit yang berkiprah di ruang-ruang publik dan menempati posisi kunci baik di sektor pemerintahan/negara maupun sektor swasta.

“Capaian ini harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan untuk memastikan penguatan politik perempuan,” kata Marlinawati kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (22/12/2018).

Sayangnya, menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini, penguatan politik perempuan tak berbanding lurus dengan melemahnya proteksi terhadap perempuan. Sejumlah persoalan mutakhir muncul ke permukaan mengindikasikan lemahnya perlindungan perempuan.

“Masih mudah dijumpai perempuan menjadi korban kejahatan seksual, korban kejahatan siber (prostitusi maupun pornografi) serta korban ketimpangan ekonomi,” ujarnya.

Baca juga :  DPR Dorong Realisasikan Mata Pelajaran PMP Diajarkan di Sekolah

Reni melanjutkan, negara harus melakukan proteksi nyata terhadap potensi kekerasan yang menimpa perempuan.

“Kami mendesak pembahasan RUU Perlindungan Kekerasan Seksual (PKS) agar segera dilakukan secara maraton, sebagai wujud komitmen negara atas ancaman kekerasan seksual yang mudah dijumpai di lapangan. Kami dorong, RUU PKS dapat disahkan pada tahun 2019, sebelum pergantian DPR periode baru,” ujar Reni.

Advertisement

Pemerintah harus senantiasa mendorong penguatan kualitas perempuan Indonesia dengan menggandeng stakeholder baik di internal pemerintahan mapun swasta khususnya dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital ini.

“Penguatan kualitas perempuan Indonesia akan berdampak positif bagi penyiapan generasi muda di masa mendatang,” kata Reni.

Pemerintah harus serius meningkatkan kualitas perempuan Indonesia agar baik dari sisi pendidikan (well educated), baik dalam penyerapan informasi (well informed) khususnya perempuan di perdesaan dan perempuan perkotaan yang terpinggirkan dari sisi ekonomi. Penguatan perempuan Indonesia merupakan investasi tak bernilai untuk menyiapkan generasi mendatang. Karena ibu atau perempuan merupakan sekolah pertama bagi anak-anak.

“Di sini pula relevansi diktum, perempuan merupakan tiang negara,” tutup Reni.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com