DAERAH

HMI MPO Siap Dampingi Nelayan Sangkarrang Tolak Tambang Pasir

Nelayan Mengelilingi Kapal Tambang Pengerukan Pasir Laut Boskalis di Kepulauan Sangkarrang

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Himpuan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Makassar akan mendampingi para nelayan dalam aksi penolakan pengerukan pasir perairan laut di daerah Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar karena dinilai merugikan nelayan tradisional.

Sebelumnya, pada 28 Juni lalu, ratusan nelayan mengepung  kapal penambang pasir milik perusahaan Belanda, PT Boskalis. Aksi tersebut mereka lakukan untuk menyampaikan protes kepada perusahaan penambang pasir yang terus menemui jalan buntu.

Kordinator aksi yang juga Ketua Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Kecamatan Sangkarrang, Sardi mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menghentikan aktivitas penambangan di daerahnya.

“Kita sudah bertemu menyampaikan keresahan ke berbagai pihak yang kita harap dapat memediasi. Kita sudah audiensi juga ke DPRD provinsi. Tapi nihil. Aktivitas kapal penambang masih berjalan sampai sekarang,” katanya.

Baca juga :  Kemenkop dan UKM Dorong Petani dan Nelayan Berwirausaha

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) cabang Makassar, Faikar Al Baqir, mengatakan, aksi nelayan tersebut patut didampingi lantaran aktivitas tambang pasir itu tepat berada di wilayah tangkapan para nelayan. Selain itu, kerusakan lingkungan pasti terjadi, seperti abrasi.

Advertisement

“Insha Allah HMI siap mendampingi aksi para nelayan. Jangan atas dalih pembangunan, proyek strategis nasional atau apapun namanya lantas membunuh masyarakat kecil yang tidak mendapat manfaat sama sekali dari proyek pemerintah itu,” kata Faikar.

Dari data yang dihimpun HMI, menyebut bahwa ada sebanyak 3451 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami Kecamatan Sangkarang dan mayoritas menggantungkan hidupnya sebagai nelayan dan pengrajin perahu.

“Kita sudah banyak pengalaman dan dampak buruk dari aktivitas seperti ini. Di Galesong, Takalar juga sebelumnya ditambang. Hasilnya, banyak nelayan kecil kehilangan pendapatan sekaligus berdampak abrasi di daerahnya,” lanjutnya.

Faikar menambahkan, bersama pemuda dan nelayan Sangkarrang akan membentuk aliansi selamatkan laut juga mendesak Kapolda Sulsel dan DPRD Sulsel agar segera mengambil tindakan tegas kepada pihak perusak lingkungan.

“Insha Allah Sabtu ini teman-teman HMI akan datang lagi  ke Pulau Sangkarrang untuk berkonsolidasi bersama warga mencari jalan keluar,” tutup Faikar.

 

 

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com