Hukum

Buni Yani Tuding JPU Tuduh Dirinya dengan Kebohongan

 

 

 

BANDUNG, EDUNEWS.ID – Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Buni Yani, menganggap lucu sikap jaksa penuntut umum (JPU) yang tidak menanggapi pleidoi atau nota pembelaan yang disampaikan penasihat hukumnya.

“Saya enggak jadi ngantuk karena lucu. Enggak dibales itu kita punya 166 halaman pleidoi dan dijawab dengan 22 halaman,” ujar Buni Yani usai sidang lanjutan dugaan pelanggaran UU ITE di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (24/10/2017).

Dia menilai jaksa telah menuduhnya tanpa didasarkan fakta-fakta yang ada di persidangan. “Jadi semua itu kebohongan yang dia pakai menuduh saya,” kata Buni Yani seperti yang dilansir Antara.

Pada sidang dengan agenda tanggapan atas nota pembelaan, jaksa tidak menyinggung banyak terkait poin-poin yang disampaikan pengacara Buni Yani. Menurut jaksa, tanggapan atas pleidoi sudah dipertimbangkan dalam putusan sela.

Baca juga :  Kasus E-KTP, SBY : Air Susu Dibalas Air Tuba

Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, menyebut bantahan pleidoi dari JPU hanya mengulang dakwaan dan tuntutan yang telah dibacakan sebelumnya.

“Jadi sangat normatif jadi intinya menolak saja tanpa ada argumentasi dan dasar hukum atas pleidoi yang kita sampaikan,” ucap Aldwin.

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com