Hukum

DPO Selama 10 Tahun Berhasil Ditangkap, Djusman AR: Pelajaran Berharga Bagi Kejaksaan

Direktur Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya Hukum & Politik (LP-SIBUK) Sulawesi Selatan, Djusman AR

MAKASSAR, EDUNEWS.ID — Ditangkapnya terpidana Arman Laode Hasan terkait kasus Bank Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) oleh Kejaksaan Agung mendapat tanggapan dari berbagai kalangan Non Govermental Organization (NGO).

Salah satunya dari Direktur Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya Hukum & Politik (LP-SIBUK) Sulawesi Selatan, Djusman AR, kepada Wartawan, Senin (21/09/2020).

Dirinya mengatakan, penangkapan salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) selama puluhan tahun merupakan pelajaran bagi semua pihak Kejaksaan.

“Namun kejadian adanya DPO (daftar pencarian orang) harusnya menjadi pelajaran berharga ke depannya bagi Kejaksaan untuk lebih protektif, koordinatif, dengan elemen terkait dalam upaya pengawasan terhadap ruang gerak para tersangka, terdakwa apalagi terhadap yang masih berproses upaya banding dan kasasinya,” katanya.

Baca juga :  KPK Beberkan Kasus yang Menjerat Hakim Konstitusi Patrialis Akbar

Sebelumnya, terpidana tersebut. sudah melarikan diri selama 10 tahun dan telah masuk dalam DPO Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat.

Advertisement

Lanjut Djusman, dirinya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Agung yang telah melakukan menangkap terhadap terpidana tersebut.

“Luar biasa investigasinya saat itu karena data perbankan bukan hal yang gampang diperoleh, tidak seperti kantor-kantor lembaga lainnya tapi ya namanya kerja investigasi memang harus tajam dan profesional,” ujar Djusman.

Diketahui, Djusman AR juga sebagai saksi pelapor kasus Bank Sulselbar dengan kerugian negara Rp 41 Milyar.

Dirinya menjelaskan, pertama pelaporan kasus sejak tahun 2006 hingga ketahap penyidikan pada tahun 2007, beserta penetapan 17 orang tersangka.

Sebelumnya dikabarkan, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono mengatakan buronan Arman Laode Hasan berhasil ditangkap di kediamannya di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada hari Minggu (20/09/2020) kemarin.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com