Hukum

Duh, Siswa SMA di Bantaeng ini Hantam Kepala Gurunya Sendiri Hingga Masuk RS

BANTAENG, EDUNEWS.ID – Guru merupakan orang tua pengganti di sekolah yang senantiasa memberikan pendidikan yang bermanfaat kepada siswa, sehingga guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa.

Sebagai seorang siswa, sudah patut untuk menghormati dan menghargai guru yang telah mengajarinya berbagai ilmu pendidikan.

Berbeda dengan siswa yang satu ini, siswa yang berinisial RR (18) yang duduk di bangku kelas II A SMA 1 Tompobulu Jalan Paktanetean Kabupaten Bantaeng diduga telah melakukan penganiayaan terhadap gurunya sendiri.

Korban penganiayaan tersebut, seorang guru honorer bernama Risal (37) yang berprofesi sebagai guru Bahasa Indonesia di SMA 1 Tompobulu.

Menurut keluarga korban penganiayaan, Hasni mengatakan bahwa sepupunya (Risal) itu sudah 3 tahun mengajar di SMA 1 Tompobulu sebagai guru Bahasa Indonesia.

Baca juga :  Anwar Usman Harus Kembalikan Kepercayaan Publik Terhadap MK

“Sepupu saya ini hanya menegur dia (RR) agar tidak menggunakan knalpot kendaraan dua yang suaranya bising, karena tak terima dengan teguran itu, RR ini pulang mengaduh ke orang tuanya dan datang kembali ke sekolah dan langsung RR menghantam kepala sepupu saya dengan menggunakan double steek,” ujarnya dengan sedih saat ditemui di Rumah Sakit Prof. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng, Jum’at (23/12/2016).

Advertisement

Hasni juga menambahkan sejak peristiwa penganiayaan itu terjadi, sepupunya tersebut hanya terbaring di rumah, namun setelah dua hari kemudian kepalanya selalu sakit dan perasaan ingin selalu muntah akhirnya kami bawah ke rumah sakit untuk dirawat.

Sementara Kapolres Bantaeng AKBP Adip Rojikan menyampaikan, bahwa siswa (RR) ini sudah menyerahkan diri ke Polsek Pakjukukang setelah kami sudah berkoordinasi dengan orang tua siswa.

“Sekarang kami sudah tahan di Polres Bantaeng untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan RR ini termasuk orang dewasa dan jika itu memang terbukti dia melakukan penganiayaan terhadap gurunya maka sanksinya akan kita kenakan pasal 351 dan hukumanan penjara 5 atau 7 tahun masa tahanan,” tandasnya.

Berdasarkan informasi sementara, penganiyaan itu akibat tak terima teguran dari guru tersebut, sehingga siswa (RR) ini dengan penuh emosi mendatangi kembali sekolah SMU Negeri 1 Tompobulu bersama orang tuanya dan langsung hantam bagian kepala dengan menggunakan double steek.

Dan untuk lebih lanjutnya Polres Bantaeng masih melakukan pemeriksaan baik korban maupun pelaku pemukulan dan kasus ini tetap akan diproses.

 

Penulis : Irmawati Azis

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com