Hukum

Fadly Nurzal Sebut Penyerangan di Polda Sumut Aksi Biadab

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Aksi penyerangan Mapolda Sumut oleh kelompok paham radikal merupakan aksi biadab yang tak berperikemanusiaan, apalagi ini dilakukan di hari raya Idul Fitri. Hal ini disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi PPP, Fadly Nurzal melalui telepon seluler.

“Jelas aksi ini sangat tidak dibolehkan, biadab dan tak berperikemanusiaan dengan membunuh sesama umat manusia, tidak ada ajaran yang membenarkan perbuatan seperti itu,” ucapnya.

Fadly menjelaskan, dihari baik dan bulan baik setelah melaksanakan ibadah di bulan suci ramadhan, seharusnya yang dilakukan berbuat baik, bukannya melakukan penyerangan ke Mapolda Sumut sehingga menyebabkan satu anggota polisi meninggal dunia.

“Aksi teror dengan melakukan penyerangan, sungguh sangat melukai perasaan kita, dan saya minta pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku,” pintanya.

Baca juga :  Wakil Ketua MPR Menolak Keras Stigma Islam adalah Teroris

Anggota Fraksi PPP dari komisi IV DPR RI ini meminta seluruh masyarakat atau siapapun itu untuk menutup rapat rapat pikiran, pandangan, konsep berpikir dan prilaku ajaran kekerasan karena kita ini satu yakni Indonesia yang benderanya merah putih dan ideologinya pancasila.

Masyarakat, pejabat atau pun penegak hukum jangan melihat aksi ini merupakan aksi yang biasa yang nantinya akan berhenti sendiri.

“Kalau tidak kita yang menghentikan dan menangkal aksi kekerasan atau radikalisme maka teror akan terus terjadi,” jelas Fadly.

Itu pun, pinta anggota DPR RI dari Wilayah Sumut, bahwa kita semua harus berpikir jernih terkusus aparat penegak hukum dengan tidak memancing di air keruh, hukum harus ditegakkan dengan seadil adilnya.

Baca juga :  Kejari Cium Dugaan Korupsi Kasus Sekolah Ambruk

Penyerangan Mapolda Sumut yang dilakukan oleh kelompok radikal terjadi pada pukul 03.00 wib, dimana dua anggota piket Aiptu Martua Sigalingging dan Brigadir E Ginting secara tiba tiba diserang oleh dua orang pelaku di Pos II.

Saat kejadian, AIptu Sigalingging sedang beristirahat di Pos sedangkan Brigadir E Ginting berjaga di luar. Selain membunuh satu Aiptu Sigalingging, pelaku juga mencoba membakar pos penjagaan, namun dapat dihentikan oleh petugas Brimob lainnya yang mendengar teriakan petugas lainnya yang meminta pertolongan.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com