Hukum

Garuda Merugi, ARUN akan Pertanyakan ke KPK

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – PT Garuda Indonesia (Persero) mencatatkan laba bersih pada 2016 sebesar Rp 124,5 miliar atau 9,36 juta dollar AS.

Raihan tersebut turun 88 persen dibandingkan laba bersih tahun lalu yang senilai Rp 1,03 triliun atau 78 juta dollar AS. Pada tiga bulan pertama 2017, Garuda Indonesia mengalami kerugian yang cukup mendalam sekitar Rp 1,31 triliun.

Ketua Umum Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bob Hasan mengaku prihatin terhadap hal tersebut. Bob yang merupakan praktisi hukum ini mengatakan bahwa hal itu bukan hanya persoalan manajemen semata.

Advertisement

“Pahala N Mansuri (Dirut PT Garuda Indonesia) sudah melalukan suatu proses kelalaian. Menteri BUMN harus segera melakukan suatu tindakan untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut,” ujarnya kepada edunews.id, Rabu (7/6/2017).

Bob menambahkan, persoalan tersebut jika ditinjau dari aspek ekonomi, hutang PT Garuda Indonesia berada diatas aset.

“Ini berbahaya sekali,” kata Bob.

Selain itu tambah Bob, didalam perundang-undangan tindak pidana korupsi, terdapat unsur kerugian negara.

“Kami akan mempertanyakan hal ini kepada penegak hukum, dalam hal ini KPK. Karena dalam persoalan ini negara mengalami kerugian,” pungkas Bob.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com