Hukum

Hingga Mei 2019, Polri Catat 236 Kasus Pornografi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Asep Adi Saputra mengungkapkan bahwa hingga Mei 2019 tercatat 236 kasus terkait pornografi, termasuk pelecehan seksual terhadap anak.

“Dari catatan itu, rentang usia korban pelecehan yang terjadi pada anak yakni sekitar 9 hingga 14 tahun. Dan 90 persen di antaranya dilakukan oleh orang terdekat,” ucap Asep dalam acara Talkshow Polemik Trijaya FM bertajuk ‘Child Grooming & Darurat LBGT’ di D’Consulate Menteng Jakarta, Sabtu (3/8/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa angka itu hanya berdasarkan pengaduan saja. Menurutnya, masih banyak korban yang tak berani melaporkan peristiwa yang dialami.

“Ini seperti fenomena gunung es, hanya bagian kecilnya saja yang terlihat. Pada persoalan ini, saat terjadi pada anak di bawah umur, banyak yang berpikir panjang untuk lapor, menganggap itu sebagai aib, dan memikirkan perkembangan sosial atau kejiwaan korban,” katanya.

Baca juga :  Ingin Jual Jin dalam Botol, 4 Pria di India Ditangkap

“Karena bisa jadi, pelaku adalah dari orang dekat atau korban mendapatkan ancaman,” pungkas Asep.

Asep tak menjelaskan secara rinci terkait persentase kejahatan seksual terhadap anak dari data total kasus terkait pornografi yang terjadi sepanjang 2019. Dia hanya mengungkapkan bahwa 50 persen dari jumlah kasus itu telah mencapai tahap penyelesaian.

“Kendala yang kerap terjadi, pelaku banyak melakukan kejahatan lewat ranah yang sifatnya privat seperti direct message di media sosial dan WhatsApp. Itu yang menjadi persoalan kami bagaimana menembusnya,” tuturnya.

Sementara, berdasarkan catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kasus terkait kejahatan seksual anak pada 2018, tercatat sebanyak 458 aduan.

Dari jumlah itu, 116 aduan merupakan anak sebagai korban kejahatan seksual online, 134 aduan anak sebagai korban pornografi dari media sosial, serta 96 aduan anak sebagai pelaku kejahatan seksual online dan 112 aduan anak merupakan pelaku kepemilikan media pornografi.

Baca juga :  Pemerintah Didesak Segera Angkat Honorer K2

Menurut Sitti Hikmawaty yang hadir mewakili KPAI, angka anak sebagai korban kejahatan seksual pada tahun lalu menurun dibanding dengan 2017. Pada tahun itu, anak sebagai korban kejahatan online mencapai 126 aduan dan anak sebagai korban pornografi dari media sosial sebanyak 142 aduan.

“Yang menjadi salah satu penyebab adalah masalah kehidupan sosial ada pergeseran, termasuk teknologi yang borderless,” ucapnya.

cnn

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!