Hukum

Janda Cantik ini Tewas Usai Bersama Kapolsek

 

 

KOTABUMI, EDUNEWS.ID – Kepergian Atika Wandasari, janda cantik yang meninggal dunia usai bersama dengan oknum Kapolsek di Provinsi Lampung kini masih menjadi misteri.

Ayah korban, Ahmad Rifai (50) mengungkap, kematian anaknya tidak biasa. Radar Lampung melaporkan, ada hal mencurigakan dari tubuh janda cantik beranak satu itu saat meninggal dunia.

Rifai menjelaskan, Atika meninggal dalam kondisi mulut berbusa dan ada benjolan dan luka memar di kepala. “Kita mau autopsi, tapi kata pihak medis butuh biaya banyak, gimana ini kami bingung,” ucap Rifai.

Atika Mandasari diketahui meninggal setelah semalaman bepergian dengan oknum Kapolsek Pugung Tampak, AKP AR, pada Ahad (21/1/2018) lalu. Sebelum pergi kencan dan meninggal, janda satu anak itu sempat memposting foto di laman Facebook Atika Mandsari. Foto tersebut diunggah pada 12 Januari 2018 pukul 07.05.

Baca juga :  Wapres : Jika Meme Dipersoalkan, Dokter RS harus Jelaskan Penyakit Setnov

Di foto itu, Atika yang mengenakan baju kaos terlihat sangat cantik. Dia duduk di kursi sambil menikmati kelapa muda. Dia menatap ke arah kamera sambil tersenyum manis. Di atas meja, terdapat dua buah kelapa muda yang disajikan. Namun tidak diketahui untuk siapa kelapa muda yang satunya lagi.

Meski memiliki satu anak, Atika menuliskan status lajang di akun Facebooknya. Janda cantik ini juga menyebut dirinya sebagai lulusan SMA Negeri 3. “Spertii air yg mngalirr, brjlan trs dn ikut sesuai alurr. Hdup cma 1x jd gk ad kata pntang mnyerah,” tulis wanita yang akrab disapa Tika di bagian intro.

Advertisement

Kematian Atika secara tiba-tiba membuat kerabatnya seolah tidak percaya. Ucapan duka pun membanjiri akun Facebooknya.

“Innalillahiwainnaillahiroziun, semoga dlapangkan kuburny, yg tabah ya buat keluarga ny, ripp Atika Mandasari, baru pas hari ap ketemu gendong anak ny, eh ini sdh dgr kabar meninggal,” tulis Lieyok Trianida.

Atika meninggal dalam kondisi mulut berbusa. Warga Kota Alam, Kotabumi Selatan, Kotabumi, Lampung itu menghembuskan napas terakhir setelah bepergian semalaman dengan Kapolsek Pugung Tampak, AKP AR.

Saat ini, AKP AR sedang diperiksa Propam Polda Lampung. Perwira polisi itu diduga mengetahui kronologi dan penyebab kematian korban. Ia juga diduga melanggar kode etik profesi.

“Sedang kami proses. Dan saat ini kami juga berkoordinasi dengan Reserse Kriminal Polres Lampung Utara terkait dugaan pidana,” ucap Kabid Propam Polda Lampung Kombes Pol Hendra Supriatna.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com