Hukum

Mitra Kamtibmas Minta Polisi Tangkap Natalius Pigai

Natalius Pigai

JAKARTA, EDUNEWS.ID — Kelompok yang menamakan diri Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK) meminta pihak kepolisian untuk menangkap Natalius Pigai.

Pihaknya telah mencoba melaporkan kasus itu ke Bareskrim Polri. Namun, tidak ada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

“Tadi PPMK sudah melaporkan ke Bareskrim, tapi kebetulan di sana tidak ada petugas SPKT dan Konsul. Jadi, hari Senin kami kembali sekitar jam 11.00,” tutur Wakil Ketua Umum PPMK Joko Priyomski, kepada CNNIndonesia.com.

Joko mempermasalahkan dua pernyataan Pigai. Pertama, saat Pigai menyebut suku selain Jawa hanya babu. Kedua, saat Pigai menyebut suku Jawa tirani.

Dia menyampaikan Pigai memecah belah bangsa dengan pernyataannya. Joko menilai Pigai melanggar UU Nomor 7 tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial dan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca juga :  KPK Sebut Pejabat Negara Takut Laporkan Harta Kekayaan

Dia berkata pihaknya membawa sejumlah barang bukti, seperti tangkapan layar dan rekaman video pernyataan Pigai. Joko berharap polisi segera menyeret Pigai ke ranah hukum.

“Kami ingin mendesak kepolisian, khususnya Kapolri, untuk segera menangkap Natalius Pigai karena tidak ada ruang bagi perusak NKRI di negeri ini,” ujarnya.

Pigai sebelumnya juga terseret kasus rasisme. Namun, sebelumnya ia berada di posisi sebagai korban.

Pigai mendapat perlakuan rasisme dari Ketua Umum Relawan Pro Jokowi-Amin (Projamin) Ambroncius Nababan dan Permadi Arya alias Abu Janda.

Ambroncius kini ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Adapun Permadi telah dilaporkan ke kepolisian atas dugaan ujaran kebencian dan rasialisme.

Baca juga :  Kapolsek Dicopot Gegara Kuli Disiksa Polisi agar Mau jadi Pembunuh

cnn

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com