Hukum

Polisi Lepas Tiga Pedagang Spring Bed Abal-abal, Ini Alasannya

Spring Bed Abal-abal / NET

PEKALONGAN, EDUNEWS.ID – Polres Pekalongan Kota telah melakukan pemeriksaan pada ketiga pedagang spring bed asal Tegal yang dilaporkan oleh warga. Namun ketiga terperiksa kasus tersebut justru dilepas oleh polisi. Begini alasannya.
Ketiganya adalah AS (46) dan RM (47), keduanya warga Pangkah, Kabupaten Tegal dan SY (42) warga Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Dari hasil pemeriksaan polisi, mereka tidak pernah menawarkan spring bed abal-abal tersebut ke warga Kertoharjo, Pekalongan Selatan. Karena tidak ada unsur pidana, ketiganya dilepas polisi bersama barang bukti berupa empat spring bed abal-abal dan sebuah kendaraan pikap sebagai sarana pengangkut spring bed.

“Kenapa tidak ada unsur pidananya, karena ketiganya (pedagang) ini tidak menawarkan produk ke warga. Kalau unsur pidananya justru yang pedagang yang menawarkan pertama itu,” terang Kapolsek Pekalongan Selatan, Kompol Basuki.

Baca juga :  Sudah Waktunya KPK Dievaluasi dan Dikritisi

Basuki menjelaskan ketiga pedagang tersebut hanyalah salah sasaran. Salah satu warga berniat mencari pedagang yang sama yang telah menipunya tiga hari sebelum bertemu dengan ketiga pedagang tersebut.

Namun dibebaskan, ketiganya menandatangani surat pernyataan yang dibuat oleh majikanya yakni RY (38) warga Pangkah Tegal, yang turut menjemput ketiganya. Isi surat pernyataan, ketiganya tidak akan menjual produk spring bednya di wilayah Kota Pekalongan.

Kapolsek Pekalongan Selatan, Kompol Basuki, mengimbau pada warga untuk tidak mudah tergiur dengan mudah karena iming-iming cuci gudang atau harga yang jauh lebih murah dari harga di pasaran pada umumnya.

Advertisement

Peristiwa ini bermula saat salah satu warga Kertoharjo, Arofatur Rohman (34), pada Jumat (1/1/2021) didatangi rombongan pedagang spring bed abal-abal. Pedagang ini berbeda dengan pedagang yang ditemuinya pada Minggu (3/1/2021).

Saat itu, Fatur ditawari membeli spring bed dengan harga Rp 1,2 juta. Alasannya dijual murah karena tengah cuci gudang di awal tahun. Para pedagang itu meyakinkan bahwa barang awet hingga 3 tahun. Tawar menawar, akhirnya sepakat harga. Uang Rp 300 ribu bersama burung kesayanganya yang dihargai Rp 600 ribu, akhirnya dilepas oleh Fatur.

Namun, dua jam usai dibeli, spring bed sudah bobrok. Fatur menyadari dirinya kena tipu, setelah membuka isi spring bed ternyata hanya tumpukan kardus dan kain.

Fatur lalu berusaha mencari keberadaan spring bed. Kebetulan pada Minggu (3/1/2020) , dirinya menemukan ketiga pedagang spring bed serupa sedang saat melintas di Gapuro, Warungasem Batang. Kendaraan pikap ketiganya langsung dihentikan oleh Fatur dengan dalih akan membeli spring bed, tapi harus diantar ke rumahnya.

Sesampai di rumah Fatur, ketiganya langsung dicecar oleh Fatur dan para tetangga yang pernah tertipu pedagang spring bed serupa. Karena kondisi terpojok, apa ketiga pedagang ini lantas meninggalkan kendaraan pikap dan dagangannya lalu meminta perlindungan ke Mapolsek Pekalongan Selatan. Hingga akhirnya kasus ini ditangani polisi.

 

 

 

 

dtk

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com