Hukum

Wartawan Diniaya, Ratusan Penggiat Sosial Geruduk Mapolresta Tanjungbalai

 

 

TANJUNGBALAI, EDUNEWS.ID – Percobaan penganiayaan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) terhadap salah satu wartawan di Kota Tanjungbalai pada Senin (11/12/2017) membuat berang para aktivis penggiat sosial dan perkumpulan wartawan dan LSM serta mahasiswa.

Berangnya para penggiat sosial, wartawan, LSM, dan mahasiswa ini dikarenakan, percobaan penganiayaan yang dilakukan OTK terhadap Maksum Nasution merupakan bentuk pendiskriminasian dan pembungkaman insan pers dan seluruh cendekiawan dalam memberitakan kebobrokan pemerintah dalam menjalankan tugasnya. Karena Maksum merasa tidak mempunyai musuh ataupun hutang kepada orang lain.

“Jujur pak, selama ini saya tidak merasa mempunyai musuh ataupun hutang kepada orang lain. Jadi tidak mungkin ada orang yang berniat melakukan penganiayaan kepada saya. Sebelumnya saya memang pernah menulis kritikan kepada pemerintah bahkan sering, mungkin ini sebagai pemicunya. Maka saya harap pihak kepolisian dapat mengungkap kasus ini,” terang Maksum saat menceritakan kronologi percobaan penganiayaan di halaman Polresta Tanjungbalai, Rabu (13/12/2017).

Baca juga :  RUU Kejaksaan Disebut Hukum Kolonial Belanda

Atas kejadian ini, para penggiat sosialpun angkat bicara. Jangan sampai kasus ini menjadi citra buruk bagi kepolisian jika tidak mampu menyelesaikan permasalahan hukum yang berlaku di NKRI.

“Kita akan terus pantau kinerja dari kepolisian, jangan sampai kasus ini mandek sebagai mana kasus yang dialami oleh saudara Riki tempo hari. Dan jangan hanya karena kasus ini tidak terselesaikan dengan baik, menjadi tambahan catatan buruk citra kepolisian yang tidak mampu membuka tabir ini,” tegas Ryanda Pratama Sitorus, tokoh pemuda Kota Tanjungbalai.

Advertisement

“Apa lagi hari ini Polresta Tanjungbalai baru saja mendapatkan penghargaan, ini mestinya menjadi semangat bagi kepolisian untuk segera menuntaskan kasus ini,” lanjutnya.

Jika tuntutan para penggiat sosial ini tidak diindahkan oleh kepolisian, maka para penggiat sosial berjanji akan memboikot kegiatan pesta kerang yang akan dilaksanakan akhir bulan ini.

“Kami menghimbau kepada seluruh aktivis penggiat sosial untuk lebih berhati-hati apa bila tidak ingin berhadapan dengan ‘Martil’. Kasus Riki belum selesai, ini sudah kasus saudara Maksum apabila tidak tidak juga tuntas dalam waktu 14×24 jam, maka kami akan melakukan aksi boikot kegiatan pesta kerang,” kata Nazmi Hidayat kesal.

Di sisi lain, Kapolresta Tanjungbalai juga berkomitmen untuk segera menuntaskan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh OTK.

“Terkait hal tersebut, saya tetap komit untuk segera tuntaskan setiap laporan kejadian perkara, apalagi menyangkut rekan-rekan insan media akan saya atensi dan perintahkan jajaran reskrim untuk kerja keras dan segera ungkap,” terang Kapolresta Tanjungbalai, AKBP Tri Setyadi Artono SH SIK saat dikonfirmasi edunews.id melalui pesan WhatsApp.

“Untuk yang mas riki sudah mulai ada perkembangan penyidikan kearah positif. Nanti kalau sudah terang semua pasti penyidik akan sampaikan kepada rekan-rekan,” janji Kapolres.

WAN

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com