Nasional

Ini Alasannya, Mengapa PKS ‘ikuti’ PDIP Usung Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel

 

 

MAKASSAR, EDUNEWS.ID– Bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) hampir pasti melanggeng mulus sebagai kandidat di Pilgub Sulsel 2018 mendatang, setelah beberapa partai menyatakan sikapnya untuk mendukung bupati Bantaeng dua periode ini maju di Pilgub Sulsel.

Setelah dikabarkan partai besutan Megawati Soekarno Putri, PDIP Perjuangan yang memilih Nurdin Abdullah sebagai kandidatnya, kini giliran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan mengeluarkan sikap resmi dukungan selanjutnya.

Seperti diketahui, dalam berbagai kesempatan NA menyebutkan jika dirinya telah mengantongi 20 kursi dukungan partai politik yang duduk di DPRD Sulsel. Dukungan PDIP dan PKS memiliki masing-masing 6 dan 5 kursi legislatif. Artinya, NA sisa membutuhkan 6 kursi lagi untuk memenuhi syarat 17 kursi usungan partai politik.

Baca juga :  Rupiah Kian Tertekan, Sohibul Iman : Butuh Ekstra Hati-hati

Lalu apa yang menarik dari konstalasi dukungan tersebut? adalah alasan PKS memberikan dukungan ke NA, yang dimana sebelumnya PDIP telah memberikan dukungan terlebih dahulu. Seperti diketahui, di Pilkada DKI misalnya, PDIP dan PKS adalah partai yang ‘bermusuhan’.

Direktur Eksekutif Pusat Studi dan Transformasi (PUSARAN) Indonesia, Muzakkir Djabir menuturkan, dinamika politik yang berkembang akhir-akhir ini di Sulsel menunjukkan kans Bupati Bantaeng dua periode Nurdin Abdullah kian besar dan jelas untuk maju sebagai salah satu calon gubernur Sulawesi Selatan.

Advertisement

“Indikasi itu dapat dibaca pada pernyataannya dipelbagai media yang sangat percaya diri bahwa sudah mendapatkan kendaraan politik, paling tidak PDIP sudah menegaskan dukungannya, sedangkan PKS besar kemungkinan merapat ke NA,” kata Muzakkir Djabir, Selasa (12/9/2017).

Muzakkir membeberkan, alasan utama PKS yang akan memberikan dukungan ke NA tentu dengan pertimbangan memiliki histori dan interaksi yang panjang, dalam dua kali pilbub di Bantaeng, PKS merupakan pendukung utama NA.

Dari figur-figur seperti NH, IYL dan AAN, NA lebih clear di terima oleh konstituen PKS,” tambahnya.

Selain itu, kedekatan emosional NA dan elit partai PKS di pusat sangat sulit untuk dipisahkan.

“Mungkin bisa saja DPW PKS bersikap lain untuk sementara, tapi hubungan NA di pusat tentu menjadi penentu,” beber Jeck, sapaan akrab Muzakkir Djabir.

Namun tentu, lanjut Muzakkir Djabir, NA masih harus kerja keras untuk meyakinkan parpol lainnya untuk mendukung dirinya, PAN, Hanura, Gerindra dan Demokrat masih sangat memungkinkan merapat dan mendukung NA.

EDUNEWS

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com