News

Ini Ciri-ciri Ulama yang tak perlu Diikuti Versi Panglima TNI

 

 

BANDUNG, EDUNEWS.ID – “Para ulama di Indonesia selalu memberikan tausiyah agar seorang muslim untuk tidak arogan dan tidak pernah mengatakan kafir kepada orang lain serta mengajak umat muslim untuk melindungi dan menghormati sesama umat lainnya, karena Islam di Indonesia adalah rahmatan lil alamin atau Islam yang membawa kebaikan bagi semua umat.”

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di hadapan ribuan peserta yang hadir, terdiri dari jamaah Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Anak Yatim, Veteran dan masyarakat umum pada acara Milad Daarut Tauhid ke-27 Tahun 2017 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jawa Barat, seperti rilis dari Puspen TNI.

Baca juga :  Investor Bersiap Pasar Saham 'Goyang Dombret' Jelang Pemilu AS

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, seorang ulama selalu membimbing umatnya untuk mengerjakan sholat dan berdoa agar dapat memberikan kedamaian serta ketenangan hati, sehingga bisa menghilangkan kekecewaan, kebencian dan syirik.

Advertisement

Di samping itu, ulama di Indonesia selalu memberikan tausiyah kepada umatnya untuk menjadi seorang muslim yang cinta bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Para ulama itu pasti bicara dengan hati sehingga umatnya mendapatkan kedamaian, karena para ulama membimbing umat muslim menjadi mukmin. Kalau ada ulama yang memakai surban dan berbicara kasar yang membuat orang marah, itu pasti ulama palsu dan jangan diikuti,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Mengakhiri ceramahnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa para ulama mengajak umatnya untuk beribadah dan mendengarkan khotbah di masjid, agar dapat meredakan kemarahan dan mengobati kekecewaan dari segala permasalahan yang dihadapi.

“Masjid itu tempat membuat hati sejuk dan tenang serta damai,” pungkasnya.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com