Nasional

Ini Pesan Waketum MUI untuk Presiden Jokowi Soal Calon Kapolri

Logo Majelis Ulama Indonesia (MUI)/NET

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas turun memberikan pesan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penunjukkan Kapolri yang akan menggantikan Idham Azis.

Ia menekankan, menunjuk dan mengangkat Kapolri adalah hak Presiden. Namun demikian dalam menunjuk calon orang nomor satu di Korps Bhayangkara tidak hanya didasarkan karena kedekatan saja.

“Tapi meskipun demikian presiden hendaknya kalau akan mencalonkan dan menunjuk seseorang menjadi kapolri pertimbangannya tentu tidak cukup hanya didasarkan kepada kedekatan , loyalitas dan profesionalitas saja tapi harus lebih luas dari itu yaitu mana yang lebih besar maslahat dan manfaatnya bagi bangsa dan negara,” kata Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Baca juga :  Polri akan Tangani secara Profesional Laporan SBY

Anwar melanjutkan, akhir-akhir ini seperti diketahui bersama hubungan antara pemerintah dan umat islam agak terganggu. Dikarenakan ada sebagian umat islam yang melihat bahwa di negeri ini sekarang telah terjadi kriminalisasi terhadap ulama.

“Meskipun pemerintah katanya tidak melakukan itu tapi sikap dan pandangan ini tentu tidak boleh dianggap enteng oleh pemerintah karena dia bisa menjadi seperti api di dalam sekam. Apalagi kalau seandainya sebagian besar umat islam merasa terus menerus disakiti dan dikecewakan,” terang dia.

“Ditambah lagi dengan persoalan krisis kesehatan karena Covid-19 yang tidak jelas kapan berakhirnya dan juga krisis ekonomi yang cukup berat yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara ini. Maka tentu tidak mustahil berbagai kemungkinan yang tidak kita inginkan akan bisa terjadi .Oleh karena itu sebagai anak bangsa saya khawatir penunjukan kapolri baru bila salah pilih akan melahirkan reaksi yang tidak baik bagi perkembangan kehidupan bangsa kedepannya,” ungkap dia.

Baca juga :  Diundang Kumpul oleh Kapolda Jabar, GMIB Lupa Copot Sepatu Saat Sholat

Oleh sebab itu, Anwar menginginkan kearifan Presiden Jokowi dalam menunjuk dan menetapkan seoarang Kapolri selanjutnya. Diharapkan sosok tersebut bisa diterima secara kuas oleh masyarakat.

“Untuk itu saya berharap dalam penunjukan dan penetapan seorang kapolri di tengah-tengah situasi seperti ini tentu saja presiden sangat diharapkan dan dituntut kearifannya untuk bisa memilih sosok seorang kapolri yang bisa diterima oleh masyarakat secara luas,” tuturnya.

Sebelumnya diketahui, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menyerahkan 5 nama jenderal sebagai calon Kapolri kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Penyerahan sejumlah nama itu dibenarkan oleh Ketua Kompolnas sekaligus Menko Polhukam, Mahfud MD.

Mahfud mengatakan, kelima jenderal tersebut seluruhnya berpangkat Komjen atau bintang tiga. Mereka adalah Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafly Amar, dan Kepala Bareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga :  Bulan Ramadhan, Taufan Gama Imbau Tempat Hiburan Malam Tutup

Kemudian, ada nama Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol, Arief Sulistyanto, dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

 

okz

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com