Internasional

18 Jiwa Meninggal Serangan Udara di Idlib Suriah, Tim GHR – ACT Salurkan Bantuan

EDUNEWS.ID – Serangan udara kembali menghantam Idlib, Suriah pada Rabu (15/1). Serangan mengincar sebuah kawasan pasar dan industri padat aktivitas dan mengakibatkan 18 jiwa meninggal.

Sebanyak 18 warga sipil dilaporkan meninggal dunia dalam serangan udara yang terjadi di Kota Idlib, Suriah, dilansir dari AFP. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berpusat di Britania Raya melaporkan, penyerangan yang terjadi pada Rabu (15/1) ini mengincar sebuah pasar dan kawasan industri yang padat aktivitas di Idlib.

Koresponden dari AFP melaporkan, beberapa mobil bahkan masih terbakar dengan jenazah para pengendara yang masih ada di dalamnya. Mustafa, seorang pemilik bengkel kendaraan yang berada di sekitar kejadian, menceritakan bahwa ia sedang meninggalkan tokonya untuk mengambil beberapa suku cadang saat serangan terjadi. Namun ketika ia kembali, ia mendapati tokonya hancur dan empat karyawannya telah terperangkan di bawah puing-puing bangunan.

“Dua menit yang lalu saat saya tinggalkan, keadaannya tidak seperti ini,” ungkap Mustafa pada AFP. SOHR juga menambahkan, anak-anak dan pekerja dari regu penyelamat juga termasuk di antara korban yang tewas.

Baca juga :  Israel akan Bangun 3000 Pemukiman Baru di Yerusalem Timur

Tim Global Humanity Response (GHR) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berada langsung di Idlib pada pekan sebelumnya dan melihat langsung serangan-serangan tersebut. Tim GHR – ACT sedang mendistribusikan bantuan pangan dan roti untuk para pengungsi pada Sabtu (11/1) dan Ahad (12/1) lalu.

“Ketika perjalanan menuju Idlib kota dan tiba di sana, beberapa kali tim ACT menyaksikan langsung pesawat pesawat jet berseliweran di atas langit Idlib. Pesawat bahkan menurunkan rudal-rudalnya, menyerang areal permukiman di sekitar Idlib yang hanya berjarak 5 km dari titik kita berada, baik itu Binnish, Saraqib, maupun pinggiran kota Idlib,” ungkap Firdaus Guritno dari Tim Global Humanity Response (GHR) – ACT.

Konflik di Suriah yang dimulai sejak tahun 2011 lalu menelan banyak korban. Dalam sebuah laporan yang dirilis pada 31 Desember 2019, Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) merilis laporan akhir tahun untuk Anadolu Agency yang menyebutkan total 3.364 warga Suriah meninggal dunia pada 2019, termasuk 842 anak-anak dan 747 wanita. Pada awal tahun 2020 sendiri, SNHR meliris 4 laporan sepanjang 1-14 Januari yang menyebutkan 75 orang tewas akibat konflik di Suriah.

Baca juga :  India Bakal Deportasi Pengungsi Rohingya

Ratusan ribu warga sipil menyelamatkan nyawa mereka dari konflik berkepanjangan ini. Laporan dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) yang dirilis baru-baru ini menyebutkan, konflik bahkan mengakibatkan hampir 350.000 jiwa eksodus ke luar dari Idlib sejak tanggal 1 Desember 2019-14 Januari 2020 lalu.

Sebagian besar pindah ke pusat kota dan kamp-kamp pengungsi di barat laut Idlib. Puluhan ribu orang kabarnya juga sudah dipindahkan ke daerah seperti Afrin dan A’zaz di Aleppo Utara untuk mengamankan diri. Keadaan mereka makin sulit mengingat saat ini Suriah sedang menghadapi musim dingin.

“Perpindahan selama musim dingin lebih memperburuk kerentanan mereka yang terdampak. Banyak yang melarikan diri sangat membutuhkan dukungan kemanusiaan. Terutama tempat tinggal, makanan, kesehatan, bantuan nonpangan dan bantuan musim dingin,” sebut laporan OCHA.

Baca juga :  Krisis Diplomatik, Negara Arab Ancam Asingkan Qatar

Di tengah keterbatasan hidup yang mereka alami di kamp, semestinya kepedulianmu bersama ACT kepada mereka terus berlanjut. Insya Allah bantuan pangan dan bantuan logistik serta roti-roti hangat dari pabrik roti yang ACT operasikan, akan meringankan perjuangan mereka untuk bertahan.

ACT berupaya membersamai para pengungsi Suriah. ACT sendiri yang sejak hari pertama kejadian bencana sudah mengirimkan tim tanggap darurat, hingga kini pun terus melakukan pendampingan. ACT terus mengajak para sahabat dermawan untuk membantu para saudara-saudara kita di Suriah dengan berdonasi langsung melalui rekening Aksi Cepat Tanggap BNI SYARIAH # 777 1659 997 atau langsung ke kantor ACT cabang Sulsel di Jl. Sultan Alauddin Plaza Ruko BB No.11 Makassar, untuk info dan konfirmasi dapat melalui whatsapp center 0822 1000 9756. Untuk info dunia kemanusiaan lainnya, sahabat dermawan dapat mengikuti akun instagram @act_sulsel

#IndonesiaDermawan
#LetsHelpSyria
#StopSuriahMemerahDarah
#IdlibUnderFire

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!