Internasional

Hentikan Kasus Korupsi Terbesar, Presiden Brazil : Operasi Cuci Mobil Saya Akhiri

Presiden Brazil Jair Bolsonaro
Spread the love

JAKARTA, EDUNEWS.ID Salah satu investigasi korupsi terbesar dalam sejarah Brasil yang dikenal dengan “Operasi Cuci Mobil” resmi dihentikan pada Senin (1/2/2021) setelah tujuh tahun berlangsung.

Penghentian penyelidikan itu telah diutarakan Presiden Jair Bolsonaro pada Oktober lalu yang dinilai kurang berpihak pada gerakan anti-korupsi Brasil.

“Operasi Cuci Mobil saya akhiri karena tidak ada lagi korupsi di pemerintahan,” ujar Bolsonaro seperti dikutip AFP.

Ironisnya, penghentian penyelidikan itu dilakukan Bolsonaro ketika sejumlah anggota keluarga dan orang lingkaran dalamnya terjerat skandal korupsi.

Operasi Cuci Mobil berhasil melengserkan presiden, gubernur, politikus, hingga pengusaha Brasil.

Penyelidikan tersebut dinamakan Operasi Cuci Mobil karena pertama kali terkuak di sebuah tempat pencucian mobil di Brasilia.

Awalnya penyelidikan dibuka untuk menguak skandal pencucian uang di perusahaan minyak pelat merah raksasa Brasil, Petrobas.

Namun, skandal pencucian uang ternyata meluas hingga menyeret setidaknya 11 negara Amerika Latin.

Beberapa pejabat yang terjerat skandal korupsi dan berada dipenjara itu antara lain terdiri dari mantan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva; mantan Presiden Peru, Alejandro Toledo; mantan Presiden Panama, Ricardo Martinelli; hingga pejabat eksekutif Petrobas, Odebrecht, dan beberapa firma lainnya.

Sejauh ini, sebanyak 174 orang di Brasil dan setidaknya 12 presiden dan mantan presiden beberapa negara Amerika Latin sudah dihukum akibat keterlibatan mereka dalam pencucian uang.

Baca juga :  Transaksi Digital, E-Commerce Singapura Jangkau Pasar Tiongkok

Selama tujuh tahun beroperasi, Operasi Cuci Mobil berhasil menghembalikan US$790 juta ke kas negara Brasil.

Kantor Jaksa Agung Brasil juga mengumumkan sekitar US$2,8 miliar uang yang dikorupsi juga tengah dalam proses untuk dikembalikan ke negara.

Nahasnya, Operasi Cuci Mobil pun terjerat skandal sendiri.

Pada 2019, sebuah situs web investigasi menerbitkan percakapan telepon yang diretas antara kepala hakim penyelidikan Operasi Cuci Mobil, Sergio Moro, dengan mantan Presiden Lula da Silva.

Dalam percakapan itu terungkap bahwa moro bersekongkol dengan para jaksa agar tetap membiarkan Presiden Lula da Silva mencalonkan diri dalam pemilihan umum 2018.

Saat itu, Lula da Silva merupakan politikus paling populer di Brasil.

Namun, pada akhirnya, Moro memenjarakan Lula da Silva atas tuduhan terlibat pencucian uang dalam Operasi Cuci Mobil.

Moro lantas secara kontroversial menerima jabatan menteri kehakiman di bawah Bolsonaro pada 2019 lalu.

Namun, hubungan keduanya memburuk hingga akhirnya pada April 2020 lalu, Moro menyatakan mengundurkan diri dari kabinet Bolsonaro setelah menuding sang presiden mencampuri penyelidikan polisi federal terkait sejumlah kasus korupsi.

Skandal itu menodai citra Moro dan sejumlah jaksa dalam Operasi Cuci Mobil yang sempat secara luas dihormati bak pahlawan tanpa rasa takut di Brasil.

cnn

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com