Internasional

HMI Desak Ormas Islam yang ke Uighur Terbuka ke Publik soal Pelanggaran HAM Muslim Uighur

JAKARTA, EDUNEWS.ID -Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) MPO meminta kepada Ormas Islam yakni Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia menyampaikan ke masyarakat Indonesia apa sebenarnya yang mereka temukan saat berkunjung ke Xinjiang pada Februari 2019 lalu.

“Hal ini dilakukan agar umat Islam Indonesia mendapatkan informasi yang akurat terkait permasalahan yang dialami oleh Muslim Uighur,” kata Ketua Komisi Hubungan Internasional PBHMI, Muslimin Abdarab di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Muslimin juga menyayangkan sikap diam Pemerintah Indonesia terkait persoalan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dialami oleh Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China. Sebagai negara mayoritas Muslim, seharusnya pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius terkait pelanggaran HAM tersebut.

Baca juga :  Anies Sambangi Rumah Pribadinya, Politisi PDIP Erwin Moeslimin : Gubernur yang Hormat pada Senior

“Mendesak kepada Pemerintah Indonesia untuk segera menyampaikan sikap yang tegas atas pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD 1945 serta menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif,” katanya.

Selain itu, PB HMI meminta pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Luar Negeri untuk mengangkat pelanggaran HAM di Xinjiang pada forum-forum internasional seperti Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan lain-lain.

PB HMI menilai, Indonesia sebagai negara Muslim terbesar dunia yang menjadi anggota DK PBB seharusnya mengangkat penindasan atas Muslim Uighur di DK PBB. Sayangnya, hal ini tidak dilakukan oleh Indonesia.

Muslimin menegaskan, PB HMI juga meminta pemerintah Indonesia untuk mendesak PBB membentuk tim pencari fakta independen untuk melakukan investigasi pelanggaran HAM Muslim Uighur.

Baca juga :  Donald Trump Optimis Perdamaian Israel-Palestina Bisa Terwujud

“PB HMI meminta Indonesia mendesak PBB membentuk tim pencari fakta independen untuk investigasi pelanggaran HAM Uighur,” tandasnya.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!