Internasional

India Mau Bikin WhatsApp Tandingan, Ini Alasanya

JAKARTA, EDUNEWS.ID – India mempertimbangkan untuk membuat aplikasi messaging yang mirip dengan WhatsApp. Latar belakangnya adalah makin rentannya situasi geopolitik belakangan ini.

Sumber senior pemerintah menyatakan keputusan AS untuk memasukkan Huawei ke daftar blacklist sehingga tak bisa memakai teknologi atau komponen AS seharusnya membuat pemerintah India waspada.

“Ada diskusi kuat bahwa untuk alasan strategis dan keamanan, kita harus memiliki email, messaging, sistem-sistem itu, setidaknya buat komunikasi pemerintah, yang tak bergantung pada pemain luar,” jelas dia yang dikutip detikINET dari Economic Times.

Komunikasi resmi disarankan hanya melalui jaringan yang aman dan dikembangkan sendiri. Semua datanya pun disimpan di India.

“Awalnya, setidaknya untuk semua bentuk komunikasi antar pemerintah harus di platform itu dan kemudian melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu semua komunikasi pemerintah ke warga juga menggunakannya,” ucapnya.

Baca juga :  Presiden AS Ingin Dunia Menekan Korut

Pemerintah India sepertinya tak mau mengalami nasib yang sama seperti Huawei. WhatsApp sendiri adalah perusahaan asal AS yang bernaung di bawah Facebook, yang artinya harus patuh pada kebijakan pemerintah AS.

“Lihat apa yang terjadi pada Huawei. Dulu tak terpikirkan, tapi sekarang tentu membunyikan alarm bagi kita. Besok, jika AS menganggap kita tak dapat diandalkan, mereka hanya perlu meminta perusahaan mereka memperlambat jaringan di India dan semua akan terhenti,” ujarnya

Belakangan ini, pemerintah India juga merasa frustrasi karena WhatsApp tidak mau membuka pesan terkait privasi. Padahal, India merasa perlu melakukannya untuk melacak kaum kriminal.

“Perusahaan-perusahaan Amerika menolak upaya kami untuk lokalisasi data. Hal itu, ditambah dengan larangan pada Huawei, berarti bahwa Amerika bisa menghancurkan kita kapanpun mereka menginginkannya,” sebut sumber pejabat India lainnya.

Baca juga :  Mudahkan Pengguna Mengirim Pesan, Facebook Bakal Gabung dengan WhatsApp

dtk

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!