Internasional

ISIS Kembali Tebar Ancaman

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) bersumpah akan menggencarkan serangan untuk melawan pasukan koalisi Amerika Serikat dan pasukan Kurdi di wilayah timur Suriah. Ancaman itu diutarakan ketika organisasi pimpinan Abu Bakr Al-Baghdadi tersebut disebut bangkit kembali di Suriah, meski telah kehilangan sebagian besar wilayah kekuasaannya selama dua tahun terakhir.

“Api pertempuran antara kami dan mereka telah dihidupkan kembali dan akan meningkat,” bunyi pernyataan ISIS melalui sebuah video yang diunggah di saluran Telegram kelompok tersebut, Minggu (11/8/2019).

Dalam video itu, ISIS turut menyapa para pejuang kelompok itu yang disebut sebagai “tentara Islam” bersama para warga negara kekhalifahannya.

Baca juga :  Berikut 10 Instansi Masih Buka Pendaftaran CPNS 2019 hingga Desember

ISIS juga menuduh negara-negara yang tergabung dalam koalisi AS telah menjebak sekutu-sekutu lokalnya di Suriah yang sebagian besar merupakan kelompok pemberontak, termasuk pasukan Kurdi.

“Mereka telah dilempar ke dalam bara api perang yang sengit yang akan meninggalkan mereka tanpa ekor dan kepala,” bunyi peringatan ISIS dalam video itu.

Dalam salah satu adegan, video itu juga memperlihatkan eksekusi mati seperti pemenggalan kepala dan tembak mati jarak dekat sekelompok orang. Orang-orang itu diklaim merupakan pejuang Kurdi yang menjadi tawanan ISIS.

Dilansir AFP, ini merupakan video kedua yang dirilis ISIS sejak kejatuhan kelompok itu di Baghouz. Pada April lalu, ISIS juga merilis video sang pemimpin tak lama setelah mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di Sri Lanka.

Baca juga :  Ditanya Kawal Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Dewi Perssik: Aku Siap

Dalam video itu, Baghdadi menjanjikan pembalasan dan “pertempuran panjang” di masa depan.

Kelompok ISIS mulai muncul di Timur Tengah pada 2014 ketika perang sipil di Suriah masih terus berkecamuk. Sejak itu, ISIS mendeklarasikan sebagai sebuah negara dan merebut sebagian wilayah Suriah serta Irak.

Kelompok tersebut mulai kehilangan sebagian besar wilayahnya di Irak pada 2017 dan Suriah pada 2018, terutama ketika pauskan Kurdi Suriah merebut wilayah Baghhouz di Provinsi Deir Ezzor dengan dukungan serangan udara koalisi AS.

Meski mengalami kemunduran, ISIS masih mempertahankan sel-sel tidurnya dan kelompok simpatisannya di luar negeri.

Berdasarkan laporan Kementerian Pertahanan AS pada awal Agustus ini, ISIS kembali bangkit ketika tentara AS dan koalisinya mulai menarik diri keluar Suriah.

Baca juga :  Presiden ICA Tawarkan Kerja Sama Pengembangan Koperasi dengan Indonesia

Laporan Pentagon juga menyebut ISIS telah memperkuat kemampuan gerilyawannya di Irak.

“Meski telah kehilangan ‘wilayah kekhalifahannya’ ISIS memperkuat gerilyawannya di Irak dan bangkit kembali di Suriah pada kuartal ini,” bunyi laporan itu.

“ISIS telah menyusun kekuatan kembali dan mempertahankan operasi di kedua negara itu yang sebagian karena pasukan lokal tidak bisa mempertahankan operasi jangka panjang sehingga melakukan beberapa operasi secara bersamaan, atau mempertahankan wilayah yang mereka bersihkan,” ujarnya.

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!