Internasional

Jepang dan Korsel Minta Korut Diberi Sanksi Berat

SEOUL, EDUNEWS.ID – Presiden Korea Selatan (Korsel) dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, pada Senin (4/9/2017), telah menjalin komunikasi via telepon membahas uji coba nuklir terbaru Korea Utara (Korut). Keduanya sepakat untuk melakukan tindakan balasan dan memberikan sanksi maksimum terhadap Pyongyang.

“Presiden Moon dan Perdana Menteri Abe sepakat untuk memberikan tindakan terberat kepada Korut sekalipun keduanya berbeda dalam menanggapi uji coba nuklir terakhir yang dianggap paling kuat hingga saat ini,” ungkap staf kepresidenan Korsel, Cheong Wa Dae, seperti dikitip Yonhap.

Ditambahkan, melalui komunikasi telepon selama 20 menit, Moon mengatakan kepada Abe diperlukan tindakan yang lebih substantif terhadap Korut. Moon menganjurkan agar diterbitkan sanksi terbaru untuk Korut.

Baca juga :  Pemerintah Malaysia : Pencarian Pesawat MH370 tak Diperpanjang Lagi

“Sanksi sampai ke tingkat maksimum sehingga dapat membawa Korut ke meja perundingan,” ujarnya.

Moon dan Abe pun meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengatur dan mengondisikan sanksi tambahan untuk Korut. Rencananya, Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan pada Senin waktu AS. Sejak 2006, sejumlah sanksi ekonomi untuk menekan program nuklir Korut telah diberikan.

Advertisement

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan untuk memutuskan hubungan dagang dengan negara yang berdagang dengan Korut. Sementara Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin, mengutarakan sedang mempersiapkan sanksi yang berpotensi melumpuhkan Pyongyang.

“Siapa pun yang ingin berdagang dengan Korut tidak akan dapat berdagang dengan AS,” katanya.

Pemerintah Korsel mengindikasi Korut saat ini tengah mempersiapkan kembali uji coba lebih banyak rudal. Ada kemungkinan di antaranya merupakan Peluru Kendali Balistik Antar-Benua (ICBM). Sejumlah ilmuwan Tiongkok memperkirakan bom nuklir 108 kiloton yang diuji coba Korut dampaknya lebih kuat tiga hingga 7,8 kali bom atom yang pernah dijatuhkan AS di Hiroshima, Jepang, pada 1945.

Korsel juga menggelar latihan militer dalam rangka merespons uji coba nuklir Korut. Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan menyerang situs atau lokasi uji coba nuklir Korut di Pyunggye-ri. Dalam latihan ini, Korsel mengoperasikan rudal balistik Hyunmoo dan jet tempur F-15K.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com