Internasional

Korut Tunda Tunda Serangan ke AS

 

 

 

PYONGYANG, EDUNEWS.ID – Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jongun, telah memerintahkan tentara untuk bersiap meluncurkan peluru kendali (rudal) jika diambil keputusan untuk melakukan tindakan militer.

Namun, media pemerintah Korut, KCNA, melaporkan Kim juga memutuskan untuk menunda menembakkan empat misil ke Guam, teritorial Amerika Serikat (AS) di Pasifik.

“Tapi, dia (Kim Jong-un) mengatakan bila orang-orang Yankee (AS) bertahan dalam tindakan sembrono akan sangat berbahaya di Semenanjung Korea dan sekitarnya. Sebab, dia sudah bersikap akan membuat keputusan penting seperti yang sudah diumumkan,” tulis KCNA, Selasa (15/8/2017).

KCNA juga merilis foto yang menunjukkan pemimpin Pyongyang, Kim Jong-un, menyimak presentasi rencana militernya untuk meluncurkan rudal balistik ke Guam, wilayah AS di Pasifik.

Baca juga :  'Panas Dingin' Hubungan Indonesia-Rusia

Foto itu menyuguhkan peta jalur penerbangan rudal ke selatan Jepang yang mengarah ke pangkalan angkatan udara Andersen di Guam. Dalam laporannya, media pemerintah Pyongyang itu menyatakan bahwa Kim Jong-un memuji pasukan strategisnya dalam menyusun rencana yang hati-hati untuk sebuah “demonstrasi kekuatan” untuk menyelimuti Guam dengan api.

“Kekuatan nuklir DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) dalam keberaniannya dan tidak ada yang bisa menebak kekuatan lintasan penerbangan roket balistik jarak menengah ke atas, Hwasong- 12, data tembakan dan titik serangan yang benar dipublikasikan di dalam dan di luar negeri,” tulis KCNA mengutip pernyataan Kim.

Pekan lalu, Korut mengatakan setidaknya ada empat rudal yang hendak ditembakkan ke Guam. Di wilayah yang menjadi salah satu basis militer dan rumah bagi 6.000 personel tentara AS itu, rudal dengan jenis Hwasong-12 akan dikirimkan.

Baca juga :  Bahas Gempur Pro-ISIS, Jokowi Telepon Duterte

AS Siap Perang

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, memperingatkan kemungkinan perang jika Korut nekat menembakkan misil-misil hingga menyentuh wilayah teritorial AS, termasuk kepulauan pasifik Guam.

“Serangan Korut akan dengan sangat cepat berubah menjadi pertempuran, tepatnya perang jika mereka menembakkan misil ke AS. Kalau benar mereka melakukan hal itu maka pertarungan dimulai. Itu pasti,” kata Mattis.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com