Internasional

Pengobatan yang Memanfaatkan Antibodi Diuji Coba sebagai Obat Virus Corona

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ilmuwan dan tenaga medis seluruh dunia berkejaran dengan waktu dalam penanganan COVID-19. Berbagai cara dicoba, termasuk salah satu temuan terbaru pengobatan dengan memanfaatkan antibodi.

Dikutip dari Ars Technica, cara ini relatif cepat, mudah, dan tidak memerlukan persetujuan lebih rumit untuk dilanjutkan, yaitu dengan mentransfer plasma darah dari orang yang sebelumnya terinfeksi virus corona.

Alasan di balik metode ini adalah, karena plasma darah ini akan mengandung antibodi alami yang dapat menetralkan virus corona dalam aliran darah, dan membatasi perkembangan infeksi aktif. Uji coba metode ini mulai dilakukan di New York, kota yang paling parah terdampak penularan virus corona di Amerika Serikat (AS).

Baca juga :  PBB Bakal Jatuhkan Sanksi, Begini Respon Korut

Sebagai langkah awal, cara ini akan diuji pada mereka yang menderita gejala COVID-19 yang memerlukan rawat inap, tetapi belum berkembang menjadi gangguan pernapasan parah. Badan makanan dan obat-obatan AS, Food and Drug Administration (FDA) sudah menyetujui dilakukannya penelitian ini.

Rencananya, rumah sakit penguji akan bekerja sama dengan New York Blood Center yang biasanya mengoordinasikan sumbangan darah, trombosit, dan sumsum tulang. Pihak rumah sakit akan mendapatkannya dari donor dan menyaringnya untuk infeksi tambahan sebelum menyetujui untuk digunakan.

New York Blood Center juga akan memastikan plasma yang digunakan memiliki titer antibodi yang tinggi terhadap virus corona. Cara ini juga dapat membantu para dokter dan peneliti untuk lebih memahami berapa lama virus corona tetap ada pada tubuh seseorang setelah infeksi.

Baca juga :  Jepang dan Korsel Minta Korut Diberi Sanksi Berat

Sebelumnya, pejabat kesehatan senior di Wuhan, China dokter Zhang Dingyu, juga sudah mengajukan ide ini. Dia meminta pasien yang sembuh dari COVID-19 untuk menyumbangkan plasma darah mereka.

Permohonan ini diajukan setelah para peneliti China mengatakan mereka percaya, perawatan dengan memanfaatkan antibodi semacam itu bisa membantu orang pulih dari COVID-19.

Kita memang masih belum tahu apakah antibodi ini efektif terhadap infeksi yang sedang berlangsung. Terapi ini mungkin tidak berdampak apa-apa atau hanya sedikit memperlambat perkembangan. Tapi, ada peluang yang masuk akal bahwa cara ini akan membantu. Selalu ada harapan dalam situasi sesulit apapun.

dtk

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com