Internasional

Prancis Ingatkan Iran Tak Ikut Campur Soal Lebanon

ilustrasi

PARIS, EDUNEWS.ID – Presiden Prancis Emmanuel Macron peringatkan Iran untuk tidak ikut campur dalam proses pembangunan Beirut, Lebanon yang hancur oleh ledakan pekan lalu. Macron memberitahu Presiden Iran Hassan Rouhani, penting bagi semua kekuatan untuk menghindari intervensi dari luar.

“Dan untuk mendukung pemerintah yang berwenang untuk dapat mengelola situasi darurat ini,” tuturnya Macron seperti dikutip dari Arab News, Kamis (13/8/2020).

Ledakan Beirut yang dipicu 2.750 ton amonium nitrat menewaskan 171 orang dan melukai 6.000 orang lainnya. Peristiwa ini menghancurkan sebagian besar ibu kota dan membuat 300 ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Di tengah gelombang amarah warga, Perdana Menteri Hassan Diab mengundurkan diri. Masyarakat marah dengan ketidakmampuan pemerintah dan korupsi elite penguasa.

Baca juga :  Negara Pertama di Luar Angkasa itu Bernama Asgardia

Tak sedikit warga Lebanon juga menuntut agar Hizbullah yang dipersenjatai dan didanai Iran berhenti mencengkram kekuasaan. Macron kepala negara pertama yang mengunjungi Beirut usai ledakan terjadi.

Advertisement

Presiden Prancis itu juga memimpin respons masyarakat internasional untuk membantu Lebanon. Ia juga menjadi tuan rumah konferensi yang berhasil mengumpulkan dana bantuan sebesar 300 juta dolar AS.

Pengamat politik dan hubungan internasional Arab Saudi Hamdan Al-Shehri mengatakan peringatan Macron ke Iran adalah perkembangan signifikan. Menurutnya inti masalahnya adalah proksi Iran di Lebanon…

“Iran melalui proksinya, milisi teroris bersenjata berat, telah menghancurkan Lebanon, Iran telah menyandera negara itu dengan todongan senjata, Macron sudah melakukan hal yang benar dengan menegur mereka,” ucap Al-Shehri.

Al-Shehri mengatakan mundurnya Diab dan pemerintahannya adalah langkah pertama untuk membebaskan Lebanon dari Iran dan Hizbullah.

“Tapi tidak berarti hal itu cukup, bila pemerintahan ini digantikan pemerintah lain dibawah tekanan Hizbullah, maka akan kembali ke titik awal,” ujar Al-Shehri.

cnn

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com