News

IYU Sarankan Penggunaan Artificial Intellegence Pada Politik Elektoral Indonesia 2019

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Pemilihan Umum  dijadwalkan akan diadakan pada 17 April 2019. Baik Pemilihan Presiden dan Legislatif akan diadakan pada hari yang sama.

Panggung politik menjadi perebutan bagi setiap kandidat maupun para politisi untuk melancarkan berbagai serangan dan strategi komunikasi politik yang efektif dalam mempertahankan suara mayoritas pemilih (konstituen).

IYU (Indonesian Youth Updates) adalah organisasi kepemudaan yang melakukan soft launching pada Selasa, 19 Februari 2019 mengambil tema yakni penggunaan Artificial Intellegence pada Pemilihan Presiden 2019 kali ini. Soft Launching IYU sendiri didukung oleh DPD RI dan PT. Almaviva Indonesia.

Ruben Frangky D Oratmangun, President Indonesian Youth Updates (IYU) menjelaskan dalam implementasi program, strategi maupun manufer politik yang dilakukan sering kali mengalami kegaduhan (trouble). Karena apa yang diucapkan tidak relevan dengan apa yang dilakukan (real action). Berbagai berita palsu (hoax) dan black campaign yang disebarkan tanpa basis data dan minim substansi yang diviralkan dalam dunia virtual oleh para pasukan siber (cyber army).

Baca,   Duh, Guru Tampar dan Tendang Murid yang Sakit

Namun, melalui perulangan (repeat) dan habitus politikus, pengelabuan isu jenis ini sebenarnya memiliki pola tertentu. Sayangnya, kita biasa tidak mahir melacak pelintiran tersebut. Kini telah hadir teknologi kecerdasan buatan (Artificial intelligence, AI) yang mampu membaca dan melakukan prediksi pola gerakan menikung yang lazim dilakukan para politikus era millenial saat ini.

“Meningkatnya penetrasi AI ke banyak aspek kehidupan mengubah pengambilan keputusan dalam suatu organisasi (komunitas) dan meningkatkan efisiensi” lanjut Ruben.

Ruben menjelaskan hadirnya AI akan mempengaruhi dan berhubungan dengan Masalah Akses Data, Kemampuan Beradaptasi, Implikasi dan Inovasi AI diBidang Politik, dan Sistem Integrasi.

“Semua nya memerlukan waktu dan proses yang lama dalam sistem Politik, tapi dengan potensi yang diketahui, Teknologi AI sudah harus segera digunakan para stakeholder di Indonesia” ungkap Ruben

Facebook Comments
Baca,   Kader PMII Palas Sumut ini Sebut Nusron tidak Pantas Dianggap Sebagai Kader PMII

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!