Nasional

Jangan Bahas Politik, JK harap ICMI Perkuat Keilmuan

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia untuk tidak terlalu mengutamakan pembahasan politik. JK meminta ICMI memperkuat bidang-bidang keilmuan untuk menjawab persoalan bangsa saat ini.

“ICMI ini harus memperkuat kelompok-kelompok keilmuan, siapa yang bicara tentang teknologi, tentang sosial, tentang ekonomi, tentang kewirausahaan. Kelompok-kelompok itu yang harus diperkuat ICMI,” kata JK saat menutup Silaturahni Kerja Nasional (Silaknas) dan Milad ke-28 ICMI di Lampung, Sabtu, 8 Desember 2018.

JK mengingatkan apabila organisasi cendekiawan seperti ICMI terlalu banyak membahas politik, maka persoalan perekonomian dan teknologi di tanah air akan tertinggal dan dikesampingkan, khususnya selama tahun politik menjelang pemilu. Akibatnya, kata JK, kegiatan perekonomian akan terus dikerjakan oleh kalangan pengusaha tanpa ada regenerasi.

Baca juga :  Blokir Google dan Youtube Hanya Pernyataan Pribadi Sekjen ICMI

“Akhirnya, tiap kali mau pemilu, mau pilkada, semua menghadap atau meminta dukungan atau restu daripada mereka yang menguasai ekonomi. Akhirnya, setelah menang politiknya, kadang-kadang ada daerah yang mengendalikan itu yang punya ekonomi (uang),” ucap JK.

Sebagai pengusaha dan politikus, JK mengatakan tidak sedikit para pelaku ekonomi turut terlibat dalam kegiatan politik di suatu daerah atau negara. Menurut dia, hal itu terjadi karena di setiap tahun politik kegiatan perekonomian selalu dikesampingkan karena sebagian besar masyarakat fokus pada pemenangan calon tertentu.

“Itu terjadi dimana-mana, bukan hanya di sini, di Amerika juga lobi-lobi politik oleh para pengusaha itu besar sekali pengaruhnya dalam pengambilan keputusan pemerintahan,” ujar JK.

Baca juga :  Dirut BRI Janji Copot Kepala Cabang yang Minta Jaminan KUR

Karena itu, JK berharap organisasi kemasyarakatan yang melibatkan para cendekiawan harus dapat melihat persoalan bangsa secara luas. “Kita hanya bisa membawa kesejahteran dan kemakmuran itu apabila kita dapat menguasai ekonomi, teknologi dan politik secara bersamaan,” tuturnya.

tmp

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com