Hukum

Janji Bongkar Korupsi Bansos, Djusman AR : Danny Pomanto Berjiwa Anti Korupsi

Djusman AR (kiri) dan Danny Pomanto (Kanan). Foto : Ist

MAKASSAR, EDUNEWS.ID  – Dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 Kota Makassar terus menuai perhatian dan sorotan publik. Saat ini, Polda Sulsel masih menunggu keputusan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menanggapi dugaan kasus korupsi Bansos tersebut, Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto berjanji akan membongkar kasus dugaan mark up bantuan sosial yang ditengarai jadi lumbung korupsi.

Danny menegaskan, dirinya tidak akan membiarkan masyarakat melarat sementara para pejabat bebas berkeliaran.

“Saya pastikan akan bongkar kasus dugaan mark up bantuan sosial di Makassar, saya tidak akan diam melihat masyarakat menderita,” tegas Danny, Senin (22/2/2021).

Permasalahan seperti ini, kata Danny adalah pelanggaran kemanusiaan. Saat ini, masyarakat sangat terpukul dengan adanya pandemi Covid-19.

“Jangan hanya memperkaya diri sementara rakyat menderita,” terangnya.

Danny pun mengungkapkan, pihaknya juga mengincar birokrasi yang program kerjanya hanya memperkaya diri.

“Itu yang mau kita bersihkan, pejabat rusak dan yang merusak pemerintahan, sehingga kehilangan kepercayaan,” jelasnya.

Pernyataan Danny tersebut pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk penggiat anti korupsi, Djusman AR.

Baca juga :  Pemerintah Diminta Awasi Aplikasi yang Bahayakan Anak

Kata Djusman, apa yang diungkapkan oleh Danny bukanlah sesuatu yang mengherankan. Menurutnya, Danny Pomanto selama ini memang memberikan perhatian khusus dan komitmen terhadap pemberantasan anti korupsi.

Bahkan, Djusman mengungkapkan, jika Danny adalah tokoh aktifis anti korupsi yang “dititip” di pemerintahan.

“Sesungguhnya Pak Danny Pomanto ini juga tokoh aktivis anti korupsi yang ibarat kata kita titipkan dibirokrasi. Makanya, jangan heran bila sejauh ini banyak kerja sama dengan lembaga-lembaga anti korupsi,” kata Djusman di Makassar, Selasa (23/2/2021).

Djusman menuturkan, komitmen Danny Pomanto terhadap pemberantasan korupsi dapat dilihat saat Danny Pomanto menjabat periode pertamanya sebagai Wali Kota Makassar.

“Dimana Danny sangat intens menggelar kemitraan pencegahan dan pengawasan dengan lembaga anti korupsi. baik lokal, nasional hingga ASEAN,” jelas
Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar ini.

Apalagi, lanjut Djusman, komitmen anti korupsi Danny bahkan dituangkan dalam visi misinya dalam pemerintahan Wali Kota Makassar.

“Oleh karena itu, masyarakat harus paham bahwa sesuatu yang tertera dalam lembaran visi misi jelas akan menjadi dokumen negara kelak, dimana hal tersebut jelas terdata di KPU,” urainya.

Baca juga :  Sambangi Pesantren, Calon Wali Kota Danny Pomanto Bahas Program Keumatan

Program dan visi misi tersebut juga nantinya akan menjadi tagihan masyarakat khususnya penggiat anti korupsi dan DPRD.

“Apa yang tercatat dalam visi misi adalah bukan hal yang main-main, bukan berupa retorika belaka untuk menebar kemanisan janji agar mendapat simpati pemilih demi meraih totalitas suara, tapi dapat dimaknai merupakan komitmen yang tinggi,” tegasnya.

Djusman menjelaskan, sesungguhnya yang dimaksud anti korupsi tidak berdiri tunggal alias bukan hanya yang datang membawa laporan ke lembaga penegak hukum, tapi bagaimana dalam kepemimpinannya senantiasa membuka partisipasi dan aksesitas publik selebar-lebarnya.

“Mendorong ke ranah hukum yang menjadi temuan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Non-Governmental Organization (NGO),” jelasnya.

Termasuk, lanjut Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi ini, tidak pernah mencoba merintangi dan atau menghalangi peran serta masyarakat, begitu pula terhadap proses hukum yang berjalan.

Baca juga :  Wali Kota Makassar Jamu Peserta Rakernas IWAPI di Atas Laut

“Pembuktiannya, dapat saya katakan tidak ada kasus yang terbongkar di zamannya manakala beliau tak berjiwa anti korupsi. Bahwa terkait komitmennya yang mengusik banyak oknum, wajar-wajar saja, namun yang pasti beliau (Danny Pomanto) juga menganut prinsip ‘kalau bersih kenapa risih’,” bebernya.

Ia pun berharap, komitmen anti korupsi yang diusung Danny bisa menjadi contoh dan diikuti bupati/wali kota serta gubernur di Sulsel.

“Partisipasi kami, semata berupaya mendorong dan mengawal program pemerintahan bersih dan anti korupsi,” tegasnya.

Dirinyapun mempersilakan kepada publik untuk melakukan monitoring dan mengkritik bila nantinya dirinya keliru.

“Apalagi jika tak berkesesuaian dengan misi atau terdapat kekeliruan dalam pengawalan program tersebut,” ujar Advisor Bidang Pencegahan Korupsi Danny Pomanto saat menjabat Wali Kota Makassar periode 2014-2019.

Djusman pun berharap, apa yang dituangkan Danny-Fatma pada kepemimpinan di Makassar kemudian menjadi contoh bagi daerah lain.

“Kita berharap banyak daerah mengikuti, bupati wali kota, hingga gubernur, yaitu program pemberantasan anti korupsi,” tambahnya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com