News

Jaringan Intelektual Muda Islam Desak Bawaslu Bersikap Adil

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Terkait pemanggilan Anies yang bisa terjerat hukuman penjara dan denda uang, JIMI (Jaringan Intelektual Muda Islam) menilai ada upaya kriminalisasi terhadap Anies Baswedan. Selain itu pengawas pemilu tebang pilih, pasalnya kepala daerah lain yang dengan jelas mendukung paslon nomor 1 tidak diperiksa.

“JIMI mendesak Bawaslu adil, kalau Anies dipenjara maka kepala daerah lain juga harus dihukum. Ada Ridwan Kamil, Ganjar, dan deretan kepala daerah lain yang bukan hanya simbol namun secara lisan mendukung Jokowi-Ma’ruf. Kita berharap dendam pilkada DKI Jakarta tidak lagi ada, prosesnya sudah selesai,” tulis Sekretaris Jenderal JIMI Andi Kurniawan dalam keterangannya ke edunews.id, Rabu (9/1/2019). 

JIMI yakin umat Islam akan bergerak bila rezim melalui Bawaslu tidak berlaku adil. Muatan politisnya begitu terasa dibandingkan aspek hukumnya. Anies memang memiliki elektabilitas yang bisa mengancam petahan namun bukan begitu acaranya jika mempertahankan elektabilitas. 

“Pilpres harus berjalan sesuai dengan prinsip jujur dan adil,” kata Andi.

Baca,   Jumlah Insinyur Asing Kerja di Indonesia Lebih Banyak Daripada Lulusan Sarjana Teknik yang Bekerja

Bawaslu maupun KPU jangan menjadi perusak demokrasi. Harus netral donk, jangan membela salah satu paslon. Kalau penyelenggara tidak netral bisa bahaya, uang rakyat digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat jadinya. 

“Harus diingat penyelenggaraan pemilu menggunakan uang rakyat bukan uang penguasa,” tutupnya.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!