News

Jelang Pemilu, Surat Edaran MenPAN soal Netralitas PNS Dinilai Berlebihan

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – urat Edaran yang diterbitkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur terkait netralitas ASN (aparatur sipil negara) dalam pelaksnaan Pilkada serentak 2018, dinilai berlebihan. Itu sebabnya banyak ASN terutama PNS mengajukan protes dan menyampaikan aspirasinya lewat anggota DPRD untuk diteruskan ke Komisi II DPR RI.

“Kami menerima banyak pengaduan dari PNS. Mereka minta kami menyampaikan ke DPR RI,” kata Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) Lukman Said, Ahad (6/5/2018).

Soal pengaturan MenPAN-RB terhadap ASN terkait Pilkada, menurut Lukman, terlalu berlebihan dan bertentangan UU Pilkada dan UU Pemilu. Larangan ASN menghadiri kegiatan partai politik dinilainya sebagai cerminan ketidaktahuan KemenPAN-RB terhadap tupoksi beberapa unit kerja Pemda yang memiliki tugas melayani serta memfasilitasi parpol.

Baca juga :  Bupati Lampung Utara Mundur dari NasDem Pasca OTT KPK
Advertisement

Misalnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di daerah. “Larangan memberikan tanda Like pada medsos, disebut pelanggaran. Padahal itu tidak berdampak pada netralitas ASN. Aturan ini tidak disetujui ASN,” tegasnya.

Semua pihak termasuk ASN, menurut Lukman, mengharapkan Pilkada dan pemilu yang berkualitas tapi bukan berarti KemenPAN-RB membuat aturan di luar undang-undang. Apalagi sudah 152 ASN dikenakan sanksi akibat surat edaran yang dinilai bertentangan dengan filosofi Pemilu dan Pilkada.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com