News

Jokowi Diminta Lindungi Masyarakat Adat

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima puluhan orang berbaju adat dari seluruh Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11/2017).

Kedatangan mereka untuk melakukan audiensi terkait adat kebudayaan yang ada di Indonesia. Setidaknya ada sekitar 70-an kepala suku, kepala adat dan dari kasultanan yang diajak beraudiensi di Istana Bogor kali ini.

Saat pertemuan, mereka semua curhat kepada presiden agar pemerintah melestarikan budaya, adat dan peninggalanya.

“Kami ingin presiden tahu memperjuangkan dan mengakui masyarakat adat dan segala haknya. Melestarikan rumah-rumah adat. Ini curhatan semua adat agar pemerintah khususnya kepala daerah memberikan sentuhan supaya mengakui adat,” kata perwakilan suku Osing Adi Poerwadi usai bertemu Presiden di Istana Bogor.

Baca juga :  BATAN Berhasil Ciptakan Alat Pembunuh Virus Corona

Hal senada juga disampaikan kepala suku Dayak Bengkayang, Kalimantan Barat, Amin. Ia juga menyampaikan aspirasinya kepada presiden Jokowi terkait pelestarian kebudayaan adat.

“Jadi, bagiamana menyampaikan agar pemda bisa membantu menjaga kebudayaan. Saat ini kan dipandang sebelah mata, anggaran tak ada,” ucap dia dengan pakaian khas dayak.

Sementara itu, cucu Raja Parigi Ke-17 dan Sultan Parigi Andi Muhammad Oza Tagunu mengaku telah menyampaikan aspirasi terkait pemugaran rumah adat.

“Lalu situs situs budaya yang perlu direnovasi. Ini perlu dilakukan, karena saya lihat pemerintah daerah hanya setengah hati,” kata Andi dengan baju khas Kerajaan Parigi.

“Kita ingin pemerintah daerah lebih peduli lagi, karena itu kita sampaikan dalam forum ini,” sambung dia seraya mengatakan pertemuan ini sangat baik sekali untuk memlerkuat ikatan antara suku yang ada di Indonesia.

Baca juga :  Enggan Jebol di Akhir Periode, Jokowi Minta Menteri Gawangi Ekonomi RI
Advertisement

Tak hanya itu, salah seorang dari Keratuan Melinting, Lampung Timur, Rizal ikut menyampaikan aspirasinya kepada Presiden Jokowi terkait tanah ulayat yang pada lemerintahannya banyak yang sudah bisa dimanfaatkan.

Harus Dijaga Presiden Jokowi saat memberikan sambutan siap merenovasi rumah-rumah adat yang ada di Indonesia. Hal itu dilakukan unyuk menjaga warisan kebudayaan yang ada sejak zanan dahulu.

“Banyak sekali keraton, lembaga adat kita. Saya tidak tahu, sekarang keraton kita ada berapa? Yang masih utuh 43. Yang lain tidak tahu. Ada negara yang tidak punya keraton. Kalaupun punya cuman 1-2. Kita? 43. Lembaga adat juga banyak yang kita miliki, ada 29 lembaga adat yang kita miliki. Kekayaan yang seperti ini yang terus saya sampaikan ke menteri agar selalu kita jaga,” kata Presiden Jokowi.

“Kalau misalnya ada rumah adat untuk renovasi, pemerintah sekarang punya anggaran untuk renovasi itu. Kalau rumah adat yang kira-kira anggarannya tidak banyak, bisa ke Kemendikbud. Kalau keraton yang gede, silahkan ke menteri PU. Insya Allah kita siap untuk merenovasi rumah-rumah adat, lembaga adat, akan kita jaga,” sambung Presiden.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com