News

Kartu Bekasi Sehat Sedot Anggaran Rp 27 Miliar

 

 

BEKASI, EDUNEWS.ID – Kartu Bekasi Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KBS-NIK) telah menyedot dana hingga Rp 27 miliar sepanjang 2017. Dana tersebut untuk membayar tagihan di rumah sakit yang melayani pasien pemegang ‘kartu sakti’ tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kusnanto, mengatakan, pemerintah daerah menyiapkan dana sebesar Rp 75 miliar untuk mengcover Kartu Sehat berbasis NIK selama setahun. Dana tersebut juga untuk mengcover utang pada 2016 lalu senilai Rp 10 miliar.

“Sisa dana InsyaAllah cukup sampai akhir tahun,” kata Kusnanto seperti dilansir dari GoBekasi.

Meski masih menyisakan sebesar Rp 38 miliar, kata Kusnanto, pihaknya menyiapkan dana tambahan sebesar Rp 20 miliar sebagai antisipasi bila terjadi kekurangan. Dana itu, kata dia, akan diusulkan di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017.

Baca juga :  Edhy Prabowo Dijerat, Harun Masiku Mencuat

“Karena kita juga sedang perluasan kerja sama dengan rumah sakit,” kata dia.

Menurut dia, seluruh rumah sakit di Kota Bekasi yang berjumlah 39 diwajibkan melayani pasien pemegang kartu sehat yang dikeluarkan pemerintah. Tak hanya itu, 19 rumah sakit di luar Kota Bekasi, seperti di Jakarta juga telah menjalin kerja sama dengan pemkot.

Sementara, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menjamin, rumah sakit yang bekerja sama dengan kartu tersebut tak akan mempersulit pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Kalau rumah sakit di Kota Bekasi mempersulit, akan saya bekukan izinnya,” tegasnya.

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com