Ekonomi

Kemenkop dan UKM Gelar Pelatihan Kewirausahaan di Labuan Bajo

Asdep Kewirausahaan Kemenkop dan UKM Nasrun saat memberikan sambutan pada acara pelatihan kewirausahaan tiga angkatan sekaligus di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu.

MANGGARAIBARAT, EDUNEWS.ID-Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan tiga angkatan sekaligus di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu. Pelatihan yang menghadirkan fasilitator-fasilitator tersebut merupakan kegiatan sinergi pengembangan potensi ekonomi di kawasan pariwisata dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengadakan pelatihan meliputi pelatihan kewirausahaan dengan muatan menanamkan semangat jiwa wirausaha kepada wirausaha pemula, digitalpreneur, membangun jaringan bisnis terkait peningkatan nilai produk (kemasan), teknik mendesain kemasan, branding dan media untuk usaha kecil, pelatihan membuat website publishing dan search Engine Marketing,
serta membangun jaringan marketing berbasis digital”, jelas Asdep Kewirausahaan Kemenkop dan UKM Nasrun, dalam sambutannya.

Selain itu, lanjut Nasrun, ada juga pelatihan vocational untuk wirausaha sektor perikanan melalui pelatihan produksi dan pengolahan nugget dan abon ikan, serta dilengkapi dengan pelatihan Laporan Akutansi Usaha Mikro (LAMIKRO).

Baca juga :  Pertumbuhan Ekonomi Terganjal Akibat Kredit Perbankan Melambat

“Tak Ketinggalan, kita juga memberikan pelatihan perkoperasian dengan materi akutansi koperasi”, ujar Nasrun.

Nasrun berharap wirausaha baru harus kreatif, inovatif, dan membuat strategi bisnis dengan harga yang lebih murah dari kompetitor (Cost ff Leadership), diferensiasi produk, fokus menjalankan Bisnis. “Lebih dari itu, produk yang dihasilkan harus berorientasi pasar atau market oriented”, tegas Nasrun.

Nasrun meminta peserta pelatihan kewirausahaan dan vocational masuk menjadi anggota koperasi atau membentuk koperasi, karena menjadi anggota koperasi akan banyak mendapatkan manfaat.

“Koperasi dapat menyediakan permodalan, membantu mencari pasar. Koperasi juga dapat menjadi forum berbagi informasi, sehingga para wirausaha dan KUKM terbantu dalam mengakses pemodalan dan akses pasar”, papar Nasrun.

Baca juga :  Sandiaga Sebut Korupsi Bowo Sidik Bukti Kebocoran Distribusi Pupuk

Di akhir pelatihan, Nasrun meminta langsung peserta pelatihan memberikan testimoni dan masukan dalam peningkatan kualitas pelatihan.

Salah seorang peserta bernama Pius meminta pelatihan-pelatihan kewirausahaan dan vocational agar terus dilanjutkan berkala, karena menurut dirinya wirausaha dan UMK di Labuan Bajo sangat jauh ketinggalan, terutama dalam teknologi.

“Pelatihan yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang SDM bagian dari dukungan secara keseluruhan dalam pengembangan potensi ekonomi di kawasan pariwisata Labuan Bajo untuk kesejahteraan masyarakat”, kata Nasrun.

Bagi Nasrun, dengan pelatihan-pelatihan tersebut, wirausaha dan UMK paling tidak telah terbuka luas tentang pengetahuan dan informasi bagaimana design produk (kemasan), pemasaran (digital marketing), hingga pencatatan keuangan.

Baca juga :  Kebijakan Pemerintah 'Mematikan' Petani Bikin Investor Tak Nyaman

“Semua dilakukan bagaimana wirausaha pemula menjadi wirausaha mapan, dan UMK naik kelas (scaling up) dari gurem ke mikro, dari mikro ke kecil dan kecil menjadi menengah”, pungkas Nasrun.

 

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!