Nasional

Kerusuhan 22 Mei, Komnas HAM Minta Polisi Jujur dan Transparan

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia meminta tim investigasi internal Polri lebih terbuka terkait penyelidikan kerusuhan 22 Mei. Komnas HAM menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan tim investigasi internal polisi di Gedung Komnas HAM, pada Selasa, 11 Juni 2019.

“Komnas HAM minta polisi terbuka, jika nanti dalam prosesnya Komnas HAM membutuhkan keterangan lebih dari polisi, membutuhkan dokumen dari polisi, polisi mesti memberikannya pada kami,” ujar Komisioner Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab, di Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019.

Amir mengatakan dalam pertemuan tersebut hadir Kepala Inspektorat Pengawasan Umum Polri, Komisaris Jenderal Moechgiyarto beserta 15 orang jajarannya. Moechgiyarto menjadi kepala tim investigasi yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian tersebut.

Baca juga :  Anies Pastikan Pelajar Korban Kebakaran di Kampung Bandan Bisa Langsung Sekolah

Amir mengatakan dalam pertemuan itu kepolisian menyampaikan data mengenai kronologi terjadinya aksi demonstrasi yang berujung rusuh pada 21 Mei hingga 23 Mei 2019. Selain itu, kepolisian juga menyampaikan proses hukum yang dilakukan terhadap sekitar 447 tersangka pelaku tindak kerusuhan.

Amir mengatakan saat ini Komnas HAM masih mempelajari kronologi kerusuhan 22 Mei yang dibuat oleh kepolisian. Komnas sendiri, kata dia, tengah membuat kronologi kerusuhan versi Komnas untuk melihat bagaimana peristiwa kerusuhan terjadi sampai jatuhnya korban. Ia mengatakan untuk menindaklanjuti data kepolisian, dia berharap kepolisian dapat lebih terbuka dengan mengizinkan Komnas HAM meminta keterangan dari personel kepolisian dan memberikan dokumen.

tmp

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!