Ekonomi

Ketimpangan Ekonomi di Sulsel Memprihatinkan, Angka Gini Ratio Terburuk secara Nasional

Data BPS Sulsel

MAKASSAR,EDUNEWS.ID-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka gini ratio nasional pada 2016 sebesar 0,30. Sebanyak tujuh provinsi tercatat memiliki angka gini ratio yang lebih tinggi daripada rata-rata angka nasional. Lima provinsi terburuk gini rationya antara lain Sulawesi Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Dilansir dari BPS Sulsel, Gini ratio tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan, yakni berada di angka 0,43. Menyusul DI Yogyakarta 0,42, Gorontalo 0,42, Jawa Barat dan DKI masing-masing pada angka 0,41.

Kepala BPS Suryamin mengatakan tingginya gini ratio di Sulawesi Selatan disebabkan oleh perbedaan kecepatan pertumbuhan ekonomi antara di daerah pedesaan dan perkotaan Sulawesi Selatan. “Pertumbuhan di desa tidak secepat di kota,” tuturnya.

Baca juga :  Menkop dan UKM Apresiasi Langkah Inkoppas Gandeng BUMDes di Sektor Pangan

Tingginya gini ratio di Sulawesi Selatan disebabkan oleh perbedaan kecepatan pertumbuhan ekonomi antara di daerah pedesaan dan perkotaan Sulawesi Selatan. “Pertumbuhan di desa tidak secepat di kota,” tuturnya. Di daerah perkotaan Sulawesi Selatan, gini ratio sebesar 0,407, sementara di pedesaan sebesar 0,367.

Advertisement

Namun, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan, bahwa tingginya angka indeks gini rasio Sulsel adalah dampak dari tingginya pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulsel.

“Saya tanyakan ke ahli, ternyata memang begitu. Saat pertumbuhan naik tinggi, secara tiba-tiba akan lahir jurang atau gap karena ada yang tertinggal,” jelas Syahrul, saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Outlook Ekonomi Sulsel 2017-2018 yang dilaksanakan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel, Selasa (7/3/2017) lalu di Sandeq Ballroom, Hotel Grand Clarion.

EDUNEWS.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com