Kampus

Kontes Robot Terbang Indonesia, Unhas Loloskan Dua Tim

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Universitas Hasanuddin berhasil meloloskan dua tim dalam ajang kompetisi Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019. Ajang ini dijadwalkan akan diselenggarakan pada 1 Oktober hingga 6 Oktober 2019 di Lapangan Udara TNI-AL Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, mengungkapkan dia bangga atas prestasi yang diraih oleh para mahasiswa. Ia menilai, hal ini menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan dosen sebagai tenaga pengajar.

“Hasil ini menunjukkan bahwa ada kolaborasi yang baik antara dosen pendamping dan mahasiswa. Semuanya punya kredibilitas tinggi, punya semangat kompetisi tinggi. Jadi, setiap lomba yang ada kami memberikan dukungan kepada mereka,” tutur Suharman, Kamis (15/8/2019).

Baca juga :  Biaya Kuliah Kedokteran Makin Tinggi

KRTI merupakan kompetisi UAV di Indonesia. UAV atau unmanned aerial vehicle adalah teknologi pesawat tanpa pengemudi atau pilot, atau yang biasa disebut pesawat tanpa awak.

Tim Phinis 09, tim dari Universitas Hasanuddin yang akan mengikuti kompetisi Kontes Robot Terbang Indonesia 2019.

Kontes ini diadakan setiap tahun di Institut Teknologi Bandung mulai tahun 2008 hingga 2011. Pelaksana kontes adalah Program Studi Aeronotika dan Astronotika, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB bersama dengan mahasiswa Program Studi Aeronotika dan Astronotika, Keluarga Mahasiswa Teknik Penerbangan (KMPN) ITB.

Sejak dimulai pada 2008, jumlah peserta terus meningkat. Mulai dari hanya 15 tim pada tahun 2008, hingga mencapai 44 tim pada tahun 2010. Tahun ini, sebanyak 95 tim dari empat kategori lomba telah diumumkan.

Baca juga :  Resmi Dilantik, ini Harapan Ketua Umum Hippermaku Komisariat Pakue Tengah

Universitas Hasanuddin berhasil meloloskan dua tim, yakni Divisi Fixed Wing oleh Tim PHINISI 09, dan Divisi Vertical Take-Off Landing oleh Tim KARAENG 09. Konsep KRTI pada dasarnya adalah peserta ditantang untuk mendesain, membuat serta menerbangkan sebuah pesawat. Tantangan yang diberikan mengharuskan peserta mendapatkan kompromi antara geometri pesawat, konstruksi dan sistem elektronik yang diintegrasikan pada pesawat terbang.

“Kami berharap tim Unhas dapat mencapai hal yang maksimal pada ajang ini,” ujar Suharman.

 

rpl

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!