News

KPAI Nilai Pencopotan Kepala Sekolah TK Kartika Sudah Tepat

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi putusan pencopotan Kepala TK Kartika oleh Disdikpora Kota Probolinggo. Putusan ini didasarkan pada hasil pemeriksaan internal terkait dengan penggunaan replika senjata saat pawai anak-anak TK yang menjadi kontroversi publik.

Kepala TK dinilai tidak koordinasi dengan dinas ataupun Kodim 0820 Probolinggo pada pawai anak membawa senjata mainan. “Keputusan tersebut sudah melalui mekanisme pemeriksaan internal terhadap pihak sekolah dan Kepala TK Kartika,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti.

Disdikpora Kota Probolinggo adalah pihak yang paling berwenang melakukan pemeriksaaan dan pembinaan terhadap sekolah-sekolah di wilayahnya, termasuk TK Kartika. Sebagai PNS, maka sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010, kewenangan pemberian sanksi sebagai bentuk pembinaan terhadap PNS berada dibawah kewenangan atasan Kepala Sekolah,

Baca juga :  Seluruh Provinsi di Kalimantan Kekurangan Dokter

Dari awal, kata Listyarti, KPAI telah meminta Kasus Karnaval di Probolinggo jangan dianggap remeh dan sepele. Kasus ini harus menjadi catatan bagi Dinas-Dinas Pendidikan di berbagai daerah dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Apa yang terjadi di TK Kartika bisa jadi berlangsung di banyak sekolah lain. Hanya mungkin tak diketahui publik lantaran tidak viral. KPAI juga sudah mempertanyakan dari awal bagaimana sekolah menyimpan atribut cadar dan replika senjata sejak 2016.

Advertisement

“KPAI saat kasus ini viral sudah mendorong hal ini didalami pihak berwenang, termasuk Disdikpora saat melakukan pemeriksaan terhadap sekolah dan Kepala Sekolah,” katanya, Kamis (23/8/2018).

Sejak awal, KPAI menyayangkan karnaval anak-anak yang mengenakan atribut cadar hitam dan membawa senjata api tiruan tersebut. KPAI menganggap itu bukan hal biasa karena mengingatkan pada teror kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurutnya, memperingati HUT kemerdekaan memang lazim mengenakan atribut yang unik dan lucu jika berkaitan dengan anak-anak. Seperti baju adat maupun seragam profesi tertentu, seperti dokter, tentara, guru, pilot dan polisi.

Sehingga cadar hitam dan membawa senjata api tiruan jelas bukan hal biasa. Jika memang ingin mengenalkan nilai kepahlawanan, semestinya pihak sekolah menganjurkan memakai aksesori para pejuang, seperti baju biasa, baju petani, dan bambu runcing.

“Pendidikan seharusnya mempertajam pikiran dan menghaluskan perasaan, pendidikan juga harusnya mampu menyemai keragaman di negeri yang majemuk ini atau dengan kata lain pendidikan wajib memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” katanya.

Kepsek TK Kartika Hartatik secara resmi dipindah tugaskan sebagai staf di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga Kota Probolinggo, terhitung mulai 23 Agustus 2018.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com