Ekonomi

‘KPK Mesti Jemput Paksa Dirut Pertamina’

Korupsi Dirut Pertamina

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati kembali mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kedua kalinya. 

Seperti diketahui, Nicke Widyawati dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pertama pada tanggal 3 September 2018 dan keduanya pada 13 September lalu.

Nicke Widyawati dipanggil dalam kasus tersangka mantan Menteri Sosial Idrus Marham semasa menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar. 

Sekjen Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Tri Sasono mengungkapkan, mangkirnya Nicke dari Panggilan KPK mestinya membuat KPK untuk melakukan penjemputan paksa bagi Nicke Widyawati.

“kok KPK ngga jemput paksa ya. Kalau engga merasa ada keterlibatan dalam kasus pengaturan proyek PLTU Riau 2 dengan pengusaha dan Anggota DPR serta Petinggi Partai Golkar Nicke Widyawati tidak boleh mangkir dong. Haru mau diperiksa oleh KPK,” ujar Tri Sasono dalam keterangannya, Ahad (16/9/2018).

Tri mencontohkan, sikap legowo yang dilakukan Sofyan Basyir yang patuh dipanggil KPK untuk dimintai keterangan yang notabene sebenarnya sangat jauh keterlibatannya. Bahkan sampai sampai rumah Dan ruangannya digeledah.

“Ada apa ini kok Nicke malah mangkir terus,” ketusbya.

Apalagi, kata Tri dalam kasus ini keterlibatan Nicke Widyawati sangat mungkin ,sebab posisinya  pada saat itu memiliki keterlibatan langsungndengan pengadaan proyek strategis.

“Jadi kalau Nicke mangkir lagi KPK langsung saja jemput paksa untuk diperiksa kayak Setno yang dijemput paksa ,apalagi sudah mangkir dua kali,” ujarnya.

Ia berharap agar KPK tidak memberikan keistimewaan pada Nicke Widyawati . 

“agar jelas kalau memang tidak terlibat ya segera diumumkan ,agar kerja Nicke di Pertamina tidak terganggu ,apalagi Pertamina saat ini keuangannya lagi berdarah darah akibat nilai kurs Rupiah yang terus melemah,” paparnya.

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!