News

Mahfud Sebut Polsek Tak Bisa Tangani Kasus, Ini Kata Mabes Polri

EDUNEWS.ID – Markas Besar Polri angkat bicara mengenai rencana Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD yang mengusulkan agar polsek tidak lagi melakukan penyelidikan dan penyidikan perkara.

“Wacana Menko Polhukam merupakan model pemolisian di Jepang. Polsek fokus pelayanan dan pencegahan,” ucap Sahli Kapolri Bidang Sosbud, Irjen Pol Fadil Imran di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.

Tapi, kata dia, dengan catatan ada pembagian wilayah hukum polres berdasarkan jumlah penduduk dan komposisi permasalahan. Misalnya, Polres Jakarta Barat bisa dipecah menjadi tiga polres.

Ia memberikan beberapa catatan perihal tersebut. Apabila mengubah kewenangan itu, maka struktur dan hubungan tata cara kerja (HTCK) di tingkat polres dan polsek, dan tentunya akan mengubah keputusan presiden.

Baca juga :  Guru Honor DKI Dipastikan Dapat THR

“Polres dibuat bukan berdasarkan struktur pemda, tapi beban kerja berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah. Polsek di breakdown lagi menjadi beberapa pol sub sektor (di Jepang di kenal dengan nama koban dan chuzazo),” ujarnya.

Kemudian, roh dari model pemolisian seperti ini adalah mengedepankan pencegahan kejahatan dan pelayanan masyarakat dalam bentuk pemecahan masalah (pop/problem oriented policing).

Untuk melaksanakan model pemolisian seperti ini, perlu waktu dan perencanaan terkait anggaran untuk penguatan sumber daya organisasi seperti orang, anggaran, peralatan/perlengkapan dan metode.

“Dapat dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan segenap stakeholter khususnya pemda setempat,” katanya.

 

vva

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!