Ekonomi

Maksimal 100 ribu Ton, RI Impor Jagung dari Argentina & Brasil

 

JAKARTA,EDUNEWS.ID – Kementerian Perdagangan menerbitkan izin impor jagung maksimal 100.000 ton. Izin tersebut dirilis regulator pada 16 November 2018, dan diserahkan ke Bulog selaku pelaksana impor.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan, mengatakan jagung impor itu kemungkinan berasal dari Argentina dan Brasil.

“Udah keluar, 16 November. Pokoknya, kemarin begitu kita di Inatrade udah masuk [pengajuan Bulog] hari itu juga izin keluar. Karena itu udah [hasil] rakortas jadi ga perlu saya tahan lagi,” katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (19/11/2018).

Dia menuturkan tanggal masuknya jagung impor tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada Bulog.

“Tanya Bulog [masuknya kapan]. Kan saya bukan operator,” ucap Oke Nurwan.

Baca juga :  Pemerintah Dinilai Tidak Transparan Soal Pengelolaan Utang

Adapun impor jagung ini terjadi di tengah data Kementerian Pertanian yang menyatakan RI surplus komoditas tersebut.

Keputusan impor itu sendiri dikarenakan diketahui harga jagung tinggi di sejumlah wilayah, seperti di Blitar, Jawa Timur.

“Kenapa impor? Peternak Blitar yang minta. Bahkan demo, ada 2 juta lebih peternak yang harus dilindungi,” kata Mentan, Kamis (8/11/2018).

Sementara itu pada 9 November 2018, Kementerian Pertanian mempublikasikan bahwa volume produksi jagung di dalam negeri terus bertambah.

Pada 2014, volume produksi tercatat 19 juta ton, lalu pada 2015 meningkat menjadi 19,6 juta ton, kemudian pada 2016 menjadi 23,6 juta ton dan 2017 mencapai 28,9 juta ton.

Amran mengatakan pada tahun ini, diperkirakan produksi jagung terus bertambah menjadi 30 juta ton.

Baca juga :  Dapat Insentif Rp 100 ribu, Honorer K2 Bingung harus Sedih atau Senang

dtk

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!