News

Mantan Kadis Pendidikan Tapsel Dituding Melakukan Plagiasi

ilustrasi

MEDAN, EDUNEWS.ID – Kasus plagiasi di ranah pendidikan kembali terjadi. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Dr. Agus Sakti Rambe, M.Pd, dituding telah melakukan tindak plagiasi dari beberapa tulisannya yang dimuat dalam Majalah Forum Widyaiswara Sumatera Utara (Forwisu).

Pusat Studi Pendidikan Rakyat (Pusdikra) Sumatera Utara merilis secara detail tulisan Agus Sakti Rambe yang hampir keseluruhan berasal dari tulisan orang lain dan sudah sempat diterbitkan dalam Majalah Forwisu.

Tulisan-tulisan yang disinyalir hasil plagiat dari tulisan orang antara lain berjudul ‘Pendidikan dan Pelatihan Dalam Pengembangan SDM’ yang dimuat dalam Majalah Forwisu edisi Januari 2014 dengan ISSN 2339-0255.

Tulisan berjudul ‘Pendidikan dan Pelatihan Dalam Pengembangan SDM’ itu hampir sama persis dengan tulisan milik Muhammad Alwan TPIKIP Mataram dengan judul ‘Peranan Pendidikan dan Pelatihan Dalam Pengembangan SDM’ yang sudah terbit sejak tanggal 8 Desember 2012.

Baca juga :  460 Guru SMA/SMK di Tapsel akan Dialihkan ke Pemprov Sumut

Sebelumnya pada Majalah Forwisu edisi Desember 2013 dengan ISSN 2339-0255, Agus Sakti Rambe juga memiliki tulisan dengan judul ‘Sistem Diklat’ pada kolom rubrik utama. Lagi-lagi tulisan ini ditemukan sama dengan tulisan milik Idris Ritonga berjudul ‘Manfaat Pendekatan Sistem Dalam Diklat’ yang telah dipublikasi melalui website Kemenag Sumut.

Tidak hanya itu, Agus Sakti Rambe yang kini menjabat sebagai Ketua Widyaiswara di Badan Diklat Sumatera Utara, juga memplagiasi tulisan milik Prof. Dr. Soemarno dengan judul ‘Komunikasi, Negosiasi dan Kontrak Kerja’.

Tulisan itu kemudian diganti judul oleh Agus Sakti Rambe menjadi ‘Negosiasi: Komunikasi Negosiasi dan Tekniknya’ yang terbit dalam Majalah Forwisu edisi Oktober 2013 dengan ISSN 2339-0255.

Baca juga :  dari Postingan Kritis Hingga curhat di Video, Afi punya Bakat Plagiat ?

Terkait tindak plagiasi yang terdapat dalam Majalah Forwisu, Agus Sakti Rambe mengakui hal itu. Namun menurutnya, kesalahan itu tidak berasal dari dirinya, melainkan dari pihak penerbit yang salah dalam memuat tulisannya.

“Kesalahannya ada pada mereka, saya sudah kasih tulisan saya, eh malah yang dimuat tulisan orang lain. Namun semua itu sudah kami perbaiki dan pihak Majalah Forwisu sudah menyampaikan permintaan maaf kepada saya atas kesalahan ini,” kata Agus Sakti di Badan Diklat Sumatera Utara, Rabu (26/10/2016).

Bahkan Agus yang mengaku baru pulang menunaikan ibadah haji mengatakan, ada pihak-pihak yang ingin mengganggunya sehingga memunculkan kasus plagiasi ini ke permukaan. Sebab menurutnya, Majalah Forwisu tidak dijual ke pasaran, melainkan hanya untuk kalangan sendiri.

Baca juga :  Tingkatkan Digitalisasi UMKM, Kemenkop dan UKM Gandeng Gojek

“Itu yang kita herankan, kenapa ada orang lain yang bisa dapat majalah itu. Ini ada orang yang coba mengganggu saya. Bahkan waktu saya mau sidang terbuka S3 di UNP Padang, kasus ini mereka munculkan sampai ke pihak kampus,” jelas Agus.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com