News

Mengulik Strategi Pemko Tangsel dalam Hadapi Persaingan Global

Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Pemko Tangsel Drs Suharno MKes saat di temui di ruangannya, Kamis (23/2/2017)

SERPONG, EDUNEWS.ID – Rendahnya kualitas tenaga kerja menjadi salah satu problem yang dihadapi Indonesia di tengah ketatnya persaingan global. Karena itu, pemerintah melakukan berbagai kebijakan strategis, salah satunya dengan membangun pendidikan vokasi agar mampu menjawab tuntutan kebutuhan industri di era modern.

Seperti halnya Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Dalam rangka menyiapkan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing Pemko Tangerang Selatan pun mempunyai strategi dalam Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi era moderenisasi dan globalisasi seperti sekarang ini.

Pentingnya peningkatan SDM  merupakan usaha yang dilakukan untuk membentuk manusia yang berkualitas dengan memiliki keterampilan, kemampuan kerja dan loyalitas kerja kepada suatu perusahaan ataupun organisasi.

Baca juga :  Pemkab Bolmong Pecat Tiga PNS Usai Libur Lebaran

Ditambah jaman sekarang dimana para perusahaan bukan hanya memilih Kriteria pegawai yang pandai saja. Para perusahaan pun mencari pegawai yang mempunyai keterampilan. Maka dari itu pendidikan sangat penting dalam peningkatan dan menunjang SDM yang berkualitas.

“Pemerintah Tangsel mengupayakan adanya wajib belajar 9 tahun untuk membentuk SDM yang berkualitas di masa mendatang agar mampu bersaing dengan baik,” ungkap Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Pemko Tangsel Drs Suharno MKes saat di temui di ruangannya, Kamis (23/2/2017).

Advertisement

Suharno menjelaskan, visi misi Wali Kota Tangsel itu adalah membentuk SDM yang mampu berdaya saing. Makanya dalam kegiatan yang diberikan kepada seluruh SKPD agar mengedepankan SDM yang handal dari berbagai bidang.

Tak hanya mewajibkan belajar 9 tahun, Suharno menambahkan, Pemko Tangsel pun mengalokasikan anggaran tersebut untuk pelatihan bagi .asyarakat baik Bahasa Inggris dan Komputer memudian pengembangan disektor usaha kecil dan menegah.

“Semua itu sudah dianggarkan oleh Pemko Tangsel untuk masyarakat yang ingin usaha dalam mengembangkan disektor usaha, dimana dalam APBD kota Tangsel itu 70 persenuntuk masyarakat dan 30 persen untuk pegawai,” jelas Suharno.

Tidak hanya itu, Suharno pun mengungkapkan bahwa Wali Kota Tangsel memberikan peluang yang luas terhadap SDM dan pembangunan SDM, berfikir keras, belajar keras, disiplin dan jangan bergantung pada orang lain.

[NHN]

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com