Ekonomi

‘Menko Luhut Jangan Jadi Broker Penjual Aset Bangsa’

Menko Luhut

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID– Direktur Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaen mengungkapkan, pernyataan Luhut tentang pembinaan BUMN dengan cara merestrukturisasi bahkan menjual BUMN adalah bentuk pernyataan yang menyesatkan.

“Membenahi koq dengan cara menjual? Ilmu dari mana itu? Jika semua masalah dibenahi dengan cara menjual kenapa kita tidak jual saja bangsa ini? Biar masalah selesai,” ujar Ferdinand dalam keterangannya, Rabu (27/9/2017).

Baca Juga : Menko Luhut Ingin Jual BUMN, EWI : Pernyataan Sesat!

Ferdinand menilai, pernyataan tersebut merupakan pernyataan paling sesat dari seorang Menko Maritim Luhut Panjaitan.

“Atau apalah jabatan beliau ini tidak jelas. Karena BUMN setahu saya tidak berada dalam kordinasi kemenko maritim akan tetapi dibawah kemenko perekonomian. Jadi luhut ini bicara jual BUMN entah sebagai apa,” ungkap Ferdinand.

Baca juga :  Penegakan Hukum Sektor Lingkungan Belum Efektif

Sesatnya pikiran tersebut sangat jelas. Karena justru BUMN harus dominan dalam ekonomi karena memang BUMN dibuat untuk motor ekonomi, menghasilkan profit bagi negara. Kalau tidak dominan, untuk apa BUMN ada dan harus disuntik dengan PMN? Bukankah PMN ini untuk memperkuat BUMN? Mempekuat untuk menjadi dominan dan kontributif kepada APBN dan pertumbuhan ekonomi.

Advertisement

“Saya curiga, usul jual BUMN ini bukan untuk menata BUMN, tapi sebagai pengganti jalan hutang yang selama ini dominan bagi pemerintah,” kata Ferdinand.

Mungkin makin sulit berhutang maka dicari jalan lain dengan cara menjual BUMN. Ini akal-akalan tak sehat.

“Kita minta Luhut atau pemerintah tidak menjadi broker penjual aset bangsa, tapi bekerjalah untuk memperbesar aset bangsa salah satunya BUMN,” pungkasnya.

EDUNEWS

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com