News

Menpora Bekukan Dana Pramuka, Adhyaksa : Imam Terlalu Sibuk!

JAKARTA, EDUNEWS.ID-–  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menangguhkan dana Rp10 miliar untuk gerakan Praja Muda Karana (Pramuka). Imam beralasan kebijakannya tersebut terkait dugaan keterlibatan Ketua Kwarnas Pramuka di dalam organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menpora mengatakan, Adhyaksa pernah hadir dalam salah satu acara HTI. Tidak cuma itu Adhyaksa, kata Imam, juga melontarkan pernyataan yang mendukung ide HTI mendirikan negara khilafah islamiyah. Padahal saat ini HTI maupun cita-cita mendirikan negara khilafah islamiyah dilarang di Indonesia.

Imam juga menyatakan telah mendapat laporan mengenai adanya organisasi kepemudaan atau individu yang terlibat mendukung HTI. Sayang, ia tak spesifik menyebut organisasi apa yang dimaksud. Yang jelas, kata Imam, anggaran negara jangan digunakan untuk kegiatan yang dilarang negara.

Baca juga :  Ini Ciri-ciri Ulama yang tak perlu Diikuti Versi Panglima TNI

“Jangan sampai anggaran yang bersumber dari pajak dan rakyat kemudian dipergunakan untuk hak hak yang lain. Makanya kita harus hati-hati,” kata Imam kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (24/7) malam.

Advertisement

Menangguhkan pencairan anggaran, kata Imam, hanya salah satu langkah Kemenpora terhadap Pramuka. Ia mengatakan bukan tidak mungkin kebijakan lebih tegas akan diambil jika di kemudian hari terbukti gerakan Pramuka telah dipengaruhi ide-ide khilafah HTI.

“Kalau nyata-nyata mempengaruhi secara sistemik, maka apa boleh buat. Kita harus melakukan upaya yang lebih dari sekadar melihat kemungkinan itu,” kata Imam

Sementara itu, pada wawancara livenya di TV One, Selasa (25/7/2017). Adhyaksa Dault mengaku telah mengklarifikasi tuduhan bahwa ia terlibat dan mendukung ide HTI mendirikan negara khilafah. Ia menyindir Imam terlalu sibuk sebagai Menpora sehingga tidak sempat membaca klarifikasi tersebut.

“Saya mengerti kesibukan pejabat tinggi negara seperti Menpora. Sehingga tidak memerhatikan klarifikasi dari saya,” ujar Adhyaksa.

Adhyaksa mengatakan dirinya siap menghadap Imam. Ia berjanji akan menjelaskan duduk perkara atas tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Abe

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com