Nasional

Munas Gapensi, Jusuf Kalla: Prihatin Apabila ada Kontraktor Ditangkap Korupsi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau kontraktor Indonesia tak terlibat tindak pencucian uang atau korupsi. Kalla mengaku prihatin lantaran belakangan sejumlah peristiwa rasuah turut menyeret pelaku-pelaku konstruksi.

“Saya prihatin apabila ada yang ditangkap tangan (korupsi) kadang-kadang juga ikut (ada) kontraktornya di situ,” ucap JK dalam pembukaan Musyawarah Nasional Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia atau Gapensi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis siang, 14 Maret 2019.

JK mengakui, tindakan korupsi biasanya mencuat dari kepala-kepala daerah. Namun, di dalamnya, tak jarang pula kontraktor ikut berperan. Menurut dia, perilaku korupsi yang acap melibatkan pemborong pembangunan akan mendegradasi kualitas kontraktor di dalam negeri.

Misalnya, kata JK, akan menyebabkan profesionalisme berkurang. Padahal, saat ini, Indonesia tengah mengetatkan aturan bahwa sejumlah proyek di dalam negeri harus dikerjakan oleh kontraktor nasional. Dalam proyek pengerjaan bandara, contohnya, kini pemerintah tak boleh lagi menggandeng kontraktor asing.

Baca,   Gerakan Mari Berbagi, Bantu Entaskan Kemiskinan

Sejak 2005, pembangunan bandara harus dikerjakan oleh kontraktor dalam negeri. Pembangunan itu dimulai dari Bandara Internasional Hasanudin Makassar yang mulai dikerjakan pada 2005 dan diresmikan pada 2008.

Meski demikian, Jusuf Kalla mengapresiasi kontraktor di Indonesia yang telah mengerjakan proyek-proyek besar. JK memuji, kondisi kontraktor saat ini berbeda dengan puluhan tahun lalu.

“Kalau 20-30 tahun yang lalu kita lihat bangunan-bangunan tinggi dikuasi oleh kontraktor asing. Sekarang kita bangga bangunan dikuasai kontraktor dalam negeri,” ujarnya.

tmp

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!